Majelis Taklim Al-Baitsu Kembali Gelar Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal di Amalatu

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 01:13 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Puluhan siswa-siswi dari MI Zainal Abidin Hualoy saat melantunkan Asmaul Husna dalam acara serimoni pengobatan gratis dan khitanan massal yang digelar Majelis Taklim Al-Baitsu, di Baileo Negeri Hualoy. (Foto: Novan Hehanussa)

Puluhan siswa-siswi dari MI Zainal Abidin Hualoy saat melantunkan Asmaul Husna dalam acara serimoni pengobatan gratis dan khitanan massal yang digelar Majelis Taklim Al-Baitsu, di Baileo Negeri Hualoy. (Foto: Novan Hehanussa)

Ambon, Maluku – Majelis Taklim Al-Baitsu kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang dakwah yang bukan hanya mengajarkan nilai spiritual, tetapi juga menghidupkan semangat kepedulian sosial. Tahun ini, mereka kembali menggelar program pengobatan gratis dan khitanan massal bagi masyarakat di Negeri Hualoy, Tomalehu, dan Latu (Amalatu). Program tersebut menyasar kelompok rentan, seperti warga dengan keterbatasan ekonomi, penyandang disabilitas, perempuan, hingga masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan.

Kegiatan sosial ini sudah menjadi agenda rutin. Setelah sukses diselenggarakan pada 2023 dan 2024, program tahun ini menegaskan bahwa Majelis Taklim Al-Baitsu bukan hanya tempat mengaji, melainkan wadah pemberdayaan yang bergerak langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi dan terbatasnya layanan kesehatan di wilayah pesisir, kehadiran kegiatan seperti ini menjadi angin segar yang dinanti warga.

Untuk memastikan layanan berjalan maksimal, Majelis Taklim Al-Baitsu menggandeng dokter Michel A. Siwabessy dengan timnya, terdiri dari dokter Josua Siwabessy dan Filologus Siwabessy. Selain itu Al-Baitsu juga berkolaborasi dengan petugas medis dari Puskesmas Tomalehu. Kolaborasi lintas lembaga ini membuat pelaksanaan kegiatan terasa lebih profesional, terukur, dan mampu menjangkau lebih banyak warga, termasuk yang selama ini jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin.

Ketua Panitia Penyelenggara, Saida Hehanussa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan khitan memiliki makna khusus bagi umat Muslim. Selain sebagai bagian dari syariat, khitan juga penting untuk menjaga kebersihan serta kesehatan anak laki-laki. Namun, tidak sedikit keluarga yang menunda khitan karena keterbatasan biaya.

“Karena itu, khitan dan pengobatan massal ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama keluarga ekonomi lemah yang membutuhkan layanan kesehatan tanpa memikirkan biaya. Sebanyak 72 anak yang ikut khitan dan lebih dari 100 orang untuk pengobatan gratis,” ujar Saida.

Ketua Majelis Taklim Al-Baitsu, Ju Hehanussa, menambahkan bahwa program sosial ini diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari memberikan layanan kesehatan gratis, membantu anak-anak menjalani khitan dengan aman dan nyaman, hingga mengidentifikasi risiko penyakit secara dini melalui pemeriksaan dasar.

“Program pengobatan gratis dan khitanan massal ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian. Kami ingin masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu dan kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan kesehatan layak meski akses mereka terbatas,” jelas Ju.

Dalam kegiatan ini, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter, hingga obat-obatan tanpa biaya. Sementara untuk khitanan massal, seluruh proses dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan standar kesehatan yang baik bagi anak-anak.

Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi bukti bahwa gerakan sosial berbasis komunitas mampu berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di tengah keterbatasan infrastruktur kesehatan di wilayah pesisir Seram Bagian Barat, langkah kecil dari Majelis Taklim Al-Baitsu berhasil membuka akses yang lebih adil bagi masyarakat luas.

Ju Hehanussa menutup dengan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Ini merupakan kegiatan ketiga yang kami gelar. Kami sangat berterima kasih kepada tenaga kesehatan dari Puskesmas Tomalehu, tim dokter Michel, serta para donatur dan pihak lain yang telah memberikan bantuan materi maupun tenaga. Kolaborasi inilah yang membuat kegiatan seperti ini bisa terus berjalan,” ucapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Majelis Taklim Al-Baitsu membuktikan bahwa pelayanan sosial tidak selalu harus besar dan mewah. Yang terpenting adalah dampaknya: masyarakat terbantu, anak-anak sehat, dan nilai gotong royong tetap hidup di tengah komunitas.

Pantauan Trendingmaluku.com, tim dokter Michel tak hanya menunggu pasien datang ke Balai Desa. Ia bersama tim justru turun langsung ke lorong-lorong kampung, mengetuk pintu satu per satu untuk memastikan kondisi kesehatan warga. Sentuhan hangat dan kepeduliannya membuat banyak warga merasa lebih diperhatikan dan tidak dibiarkan berjuang sendiri.

Kepala Kantor Agama Kabupaten Seram Bagian Barat, Djafar Tunny, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut Majelis Taklim Al-Baitsu sebagai salah satu pelopor gerakan sosial yang benar-benar terasa manfaatnya bagi warga.

“Kita patut bersyukur dan mengapresiasi Majelis Taklim Al-Baitsu setinggi-tingginya. Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, tapi sudah menjadi agenda rutin yang ditunggu masyarakat setiap tahun. Saya pribadi sangat menghargai ikhtiar mulia ini,” ujarnya.

Menurut Djafar, kegiatan bakti sosial seperti pengobatan gratis dan khitanan massal harus menjadi tolok ukur bagi majelis taklim lainnya. Ia menegaskan bahwa peran majelis tak hanya berkutat pada aktivitas ibadah, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.

Inisiatif ini bahkan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Negeri Hualoy yang menilai program tersebut mampu menyentuh langsung kebutuhan warga, terutama mereka yang membutuhkan. (**)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang
Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu
Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI
Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan
Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:48 WIT

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang

Kamis, 5 November 2026 - 04:58 WIT

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 November 2026 - 02:58 WIT

Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI

Kamis, 5 November 2026 - 02:48 WIT

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT