KOHATI Hadapi Tantangan Era Post-Truth, Nadra Tehuayo Tawarkan Kepemimpinan Solutif

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:03 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Musyawarah KOHATI HMI Cabang Ambon ke-XXXIV menjadi momentum penting bagi arah perjuangan organisasi perempuan Islam tersebut di tengah tantangan era post-truth yang ditandai krisis kepercayaan publik, banjir informasi, serta kaburnya batas antara fakta dan opini.

Musyawarah ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang penentuan relevansi dan peran KOHATI dalam menjawab persoalan zaman.

Dalam konteks tersebut, Nadra Tehuayo secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Ambon dengan mengusung tagline KOHATI Solutif. Pencalonan ini dipandang sebagai ikhtiar ideologis untuk mengembalikan KOHATI pada khittah perjuangannya sebagai organisasi kader perempuan Islam yang kritis, berdaya, dan bermartabat.

Nadra menilai era post-truth menghadirkan tantangan serius bagi gerakan intelektual dan moral, di mana kebenaran kerap dikalahkan oleh emosi, popularitas, dan kekuatan narasi. Kondisi tersebut berpotensi menjadikan perempuan, termasuk kader KOHATI, sebagai objek disinformasi dan manipulasi opini apabila tidak dibekali dengan daya kritis yang kuat.

Melalui visi menjadikan KOHATI Cabang Ambon sebagai episentrum intelektual-profetik yang mandiri dan progresif, Nadra menegaskan pentingnya integrasi antara nalar kritis dan nilai moral.

Menurutnya, KOHATI tidak boleh terjebak pada pemisahan antara intelektualitas dan etika keislaman, melainkan harus mampu menghadirkan keduanya secara beriringan dalam praksis organisasi.

Ia juga menyoroti kondisi kaderisasi yang dinilai cenderung pragmatis dan seremonial, sehingga berisiko melemahkan tradisi berpikir ilmiah dan kesadaran sosial kader.

Situasi tersebut dinilai membuat kader mudah terpengaruh arus opini dan kurang responsif terhadap isu-isu strategis perempuan dan kebangsaan.

Sebagai respons, Nadra mengusung misi Restorasi Marwah Jati Diri KOHATI melalui Jihad Literasi. Literasi dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran kritis, metodologi berpikir ilmiah, serta keberanian intelektual kader, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Melalui pendekatan ini, KOHATI diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga matang secara epistemologis.

Sejumlah komisariat diketahui telah memberikan rekomendasi dukungan terhadap pencalonan Nadra Tehuayo. Dukungan tersebut mencerminkan harapan kader terhadap perubahan arah kepemimpinan KOHATI Cabang Ambon yang lebih substantif dan berorientasi pada penguatan intelektual serta kemandirian organisasi.

Meski demikian, Musyawarah KOHATI ke-XXXIV diharapkan tidak direduksi menjadi arena perebutan posisi semata. Musyawarah dipandang sebagai ruang dialektika tertinggi organisasi untuk menguji gagasan, mempertaruhkan nilai, dan menentukan arah sejarah KOHATI ke depan.

Pada akhirnya, dinamika Musyawarah ke-XXXIV diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya cakap mengelola struktur, tetapi juga mampu merawat tradisi intelektual, menjaga marwah organisasi, serta memperkuat peran perempuan di tengah tantangan zaman.

Keberhasilan KOHATI dinilai tidak semata ditentukan oleh figur terpilih, melainkan oleh konsistensi organisasi dalam melahirkan kader perempuan yang berpikir jernih, bersikap berani, dan bertindak solutif.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru