PANGKAL PINANG – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bersama pimpinan dan anggota DPRD setempat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pabrik pengolahan sagu milik PT Bangka Asindo Agri di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (6/11/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Forum Bisnis Sagu Indonesia-Jepang yang berlangsung di Jakarta sehari sebelumnya.
Rombongan Pemkab SBT dan DPRD diundang langsung oleh calon investor untuk melihat proses operasional industri pengolahan sagu sekaligus membahas rencana ekspansi investasi pembangunan pabrik sagu di Kota Bula.

Undangan tersebut juga merupakan kunjungan balasan setelah pihak investor sebelumnya melakukan kunjungan ke Kota Bula pada September 2026.
Dalam kunjungan itu, rombongan berkesempatan melihat secara langsung proses produksi tepung sagu, pengolahan limbah industri, hingga pemanfaatan hasil samping produksi untuk mendukung sektor energi dan peternakan.
PT Bangka Asindo Agri diketahui dibangun pada 2018 dan mulai beroperasi pada 2020. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 125 ton per hari dengan dua jenis produk utama, yakni tepung sagu dan tepung tapioka yang berbahan dasar singkong.
Setelah meninjau fasilitas produksi, rombongan melanjutkan agenda dengan diskusi bersama pihak investor terkait persiapan ekspansi pembangunan pabrik pengolahan sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Pihak investor saat ini tengah menyiapkan studi awal dan dokumen studi kelayakan (feasibility study), sekaligus melakukan koordinasi perizinan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.
Apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana dan tidak menemui hambatan, peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik sagu di Kabupaten SBT ditargetkan berlangsung pada kuartal pertama 2027.
Pemerintah Kabupaten SBT bersama pimpinan dan anggota DPRD menyatakan kesiapan menyambut rencana investasi tersebut. Pemerintah daerah juga berkomitmen memfasilitasi kemudahan perizinan sesuai kewenangan daerah guna mendukung kelancaran realisasi investasi.
Dalam kunjungan tersebut, unsur pemerintah daerah dihadiri Kepala Bappeda SBT Sumarno Sagala, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mirnawati Derlen, Kepala Dinas Pertanian Sofyan Waraiya, serta Kepala Bagian Protokol Susanti Kacong.
Sementara dari unsur legislatif, rombongan dipimpin Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo, SE, bersama pimpinan komisi, ketua fraksi dan anggota DPRD.

Mereka terdiri dari Ketua Komisi I Abdul Azis Yanlua, S.Hi, Ketua Komisi II Husin Rumadan, SE, Ketua Fraksi PKB Rudy Wajo, S.Pi, Ketua Fraksi NasDem Alexander Patty, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Rudi Rumodar, S.Hi, Ketua Fraksi Pembangunan Amanat Demokrasi Fathul Kwairumaratu, S.Sos, Wakil Ketua Fraksi Keadilan Rakyat Nusantara Fadli Salim Elbetan, S.Sos, serta anggota DPRD Zainudin Noval Rumuar.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk mempelajari pengelolaan industri sagu secara terintegrasi. Tidak hanya berorientasi pada produksi tepung, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan limbah cair sagu menjadi biogas sebagai sumber energi listrik. Selain itu, limbah padat hasil pengolahan sagu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi.
Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Kabupaten SBT dalam mempersiapkan pengembangan industri sagu yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Rencana ekspansi investasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian, membuka peluang lapangan kerja, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur.***














Komentar