Hegemoni Pendidikan Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar di Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Desember 2024 - 07:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi salah satu tonggak transformasi pendidikan. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dan peserta didik, menitikberatkan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta mendukung kemerdekaan belajar sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Namun, penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di wilayah seperti Maluku memiliki dinamika dan tantangan tersendiri yang perlu dipahami dalam kerangka hegemoni pendidikan.

Konsep Hegemoni dalam Pendidikan

Hegemoni pendidikan mengacu pada dominasi nilai, ideologi, dan kebijakan tertentu yang secara sistemik diterapkan melalui institusi pendidikan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, hegemoni terlihat dari bagaimana kebijakan pusat didesain dan diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk daerah dengan karakteristik geografis dan budaya yang unik seperti Maluku.

Kebijakan ini sering kali membawa nilai-nilai globalisasi dan modernisasi yang belum tentu sepenuhnya selaras dengan kondisi lokal.

Peluang Penerapan di Maluku

  1. Penguatan Pendidikan Kontekstual
    Dengan pendekatan berbasis proyek, Kurikulum Merdeka memberikan ruang untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam pembelajaran. Di Maluku, yang kaya akan tradisi maritim, budaya lokal seperti sasi laut, cerita rakyat, dan seni musik daerah dapat diangkat dalam proyek pembelajaran. Hal ini memungkinkan siswa tidak hanya memahami materi akademik tetapi juga menghargai kearifan lokal.
  2. Dukungan Pengembangan Potensi Lokal. Pendidikan di Maluku melalui Kurikulum Merdeka dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi lokal, seperti sektor perikanan, pariwisata, dan seni budaya. Hal ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi salah satu fokus dalam Kurikulum Merdeka.

Tantangan yang Dihadapi

  1. Kesenjangan Infrastruktur dan Akses
    Maluku, sebagai wilayah kepulauan, masih menghadapi kesenjangan infrastruktur pendidikan. Banyak sekolah di daerah terpencil yang belum memiliki fasilitas pendukung seperti laboratorium, perangkat teknologi, maupun akses internet memadai. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang memanfaatkan teknologi sebagai salah satu penunjangnya.
  2. Kapasitas Guru. Tidak semua guru di Maluku memiliki pelatihan yang cukup untuk mengadaptasi pendekatan baru ini. Kurangnya pelatihan dan pendampingan berpotensi menyebabkan misinterpretasi terhadap konsep Merdeka Belajar, sehingga implementasinya menjadi kurang optimal.
  3. Dominasi Kurikulum Pusat. Walaupun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas, implementasi praktisnya sering kali masih bergantung pada kebijakan pusat yang seragam. Hal ini dapat mengabaikan kekhasan daerah seperti Maluku yang memiliki kebutuhan pendidikan spesifik.

Rekomendasi untuk Optimalisasi

Peningkatan Kapasitas Guru
Pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan harus diberikan kepada para guru di Maluku. Pelatihan ini perlu berbasis pada kebutuhan lokal sehingga guru mampu mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan konteks budaya dan kondisi setempat.

Baca Juga :  Dugaan Keterlibatan Oknum Polres Buru Bekengi "Gold Dredge" dalam Tambang Ilegal Gunung Botak

Peningkatan Infrastruktur Pendidikan
Pemerintah pusat dan daerah perlu berkolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di Maluku, terutama akses teknologi dan fasilitas penunjang pembelajaran.

Baca Juga :  Pisah Sambut Danlantamal IX, Kapolda Maluku: Selamat Bertugas

Pemberdayaan Komunitas Lokal
Kurikulum Merdeka dapat lebih efektif jika melibatkan komunitas lokal, seperti tokoh adat, seniman, dan praktisi budaya, untuk mendukung proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka Belajar memiliki potensi besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Maluku dengan memberikan fleksibilitas dan kesempatan belajar yang lebih relevan. Namun, untuk menghindari dominasi hegemoni kebijakan pusat yang kurang sensitif terhadap konteks lokal, diperlukan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas. Dengan demikian, pendidikan di Maluku tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik tetapi juga generasi yang mampu melestarikan dan memajukan warisan budaya daerah.*** CNI-04

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang
Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu
Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI
Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan
Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:48 WIT

KNPI Tanimbar: Kembalikan Blok Masela ke Offshore, Hentikan Polemik Lermatang

Kamis, 5 November 2026 - 04:58 WIT

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 November 2026 - 02:58 WIT

Babinsa di SBT dan KKT Perkuat Kepedulian Sosial serta Dorong Generasi Muda Jadi Prajurit TNI

Kamis, 5 November 2026 - 02:48 WIT

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT