KNPI Soroti Longsor Mematikan dan Kriminalitas di Tambang Ilegal Gunung Botak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 05:07 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku– Sekretaris KNPI Maluku, Gadri Fatsey, angkat bicara terkait tragedi longsor di kawasan pertambangan ilegal Gunung Botak yang menewaskan puluhan orang. Insiden ini juga memicu gelombang protes dari masyarakat dan berbagai elemen sipil.

Dalam keterangannya, Gadri menyatakan bahwa hasil investigasi KNPI menemukan penggunaan mesin penarik air (sancing) sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya risiko kecelakaan dan kematian di area tambang.

“Air dari kali dipompa ke gunung menggunakan sancing. Ini membuat mesin domfeng beroperasi secara masif dan merusak struktur tanah. Aktivitas ini memicu longsor yang sangat berbahaya bagi para penambang,” jelas Gadri.

Ia juga menyoroti maraknya konsumsi minuman keras (miras) dan meningkatnya angka kriminalitas di kawasan pertambangan tanpa izin (PETI) tersebut.

Gadri mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka korban jiwa akan terus berjatuhan. Karena itu, KNPI secara kelembagaan mendorong percepatan pembentukan koperasi sebagai wadah legalisasi aktivitas pertambangan yang lebih aman, terukur, dan terstruktur.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menertibkan dan menangkap para pemilik domfeng dan sancing, khususnya yang beroperasi di kawasan Kali Anhoni dan Gunung Botak,” tegasnya.

Baca Juga :  Reza Bahawerez dan Husein Tuharea Ambil Alih Kepemimpinan PPP Maluku

Lebih lanjut, Gadri juga menduga adanya praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai ahli waris lahan. Ia meminta aparat untuk segera memanggil dan memeriksa mereka.

“Kita tidak bisa terus menutup mata terhadap para oknum yang membiarkan kerusakan lingkungan dan mengorbankan nyawa warga. Pemerintah daerah harus hadir, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Gadri.

Di akhir pernyataannya, Gadri menegaskan bahwa KNPI akan terus berada di garis depan dalam memperjuangkan keadilan ekologis dan keselamatan warga di kawasan pertambangan tersebut.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru