Ambon, Maluku β Dalam peta besar dunia kewirausahaan muda Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berdiri sebagai pilar yang tak tergoyahkan. Di Maluku, organisasi ini telah menjadi kawah candradimuka para pelaku usaha muda yang bercita-cita besar, menggenggam harapan, dan menyalakan bara semangat membangun daerah.
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XII HIPMI Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025, satu momen reflektif datang dari panitia penyelenggara. Mereka merilis secara resmi deretan wajah Ketua Umum BPD HIPMI Maluku dari masa ke masa. Sebuah mozaik sejarah yang memotret semangat zaman, dari generasi ke generasi.
Berikut para tokoh yang pernah memimpin HIPMI Maluku:
- John Malaiholo (1986β1989)
- John K. Pattisahusiwa (1989β1992)
- Amir G. Latuconsina (1992β1995)
- Zainuddin Umasangadji (1995β1997)
- M. Daud Sangadji (1997β2000)
- M. Faisal Latukolengsusu (2001β2003)
- Komang Purnama (2003β2006)
- Arifin Rumra (2006β2009)
- Ismail Sangadji (2009β2011)
- Umar A. Lessy (2011β2013)
- Boy R. Sangadji (2013β2017)
- Jaqueline M. Sahetapy (2017β2020)
- M. Azis Tunny (2021β2024)
Deretan ini bukan sekadar daftar nama, melainkan ini adalah bukti bahwa estafet kepemimpinan di HIPMI Maluku terus menyala.
Mereka datang dari latar berbeda, namun membawa satu semangat yang sama: menjadikan Maluku sebagai rumah besar bagi entrepreneur muda yang berani bermimpi dan bekerja nyata.
Mata Tertuju ke Muhammad Reza Mony
Kini, menjelang Musda ke-12, satu nama mencuat ke permukaan, Muhammad Reza Mony, pengusaha muda asal Maluku Tengah, resmi menjadi calon tunggal Ketua Umum HIPMI Maluku.
Seleksi ketat yang dilakukan panitia menyisakan Reza sebagai sosok yang dianggap mampu melanjutkan estafet besar ini.
Namun, proses belum sepenuhnya rampung. Waktu masih bergulir. Dinamika organisasi tetap hidup.
Pertanyaannya kini menggelayut di benak publik HIPMI: Apakah Reza akan benar-benar menjadi nahkoda berikutnya?, Apakah ia siap memanggul warisan dan melanjutkan perjalanan para pendahulunya?
HIPMI bukan hanya tentang bisnis. Ia adalah tentang nilai. Tentang karakter. Dan di Maluku, nilai itu menyatu dengan budaya pela gandong, dengan solidaritas, dengan semangat membangun negeri kepulauan dari pinggiran.
Dengan visi besar mencetak pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing, HIPMI Maluku hadir bukan semata untuk mencetak enterpreneur yang sukses secara ekonomi, tetapi juga mereka yang peduli pada akar lokal dan siap tampil di panggung nasional bahkan global.
Sebagai mitra strategis pemerintah, HIPMI secara umum telah ikut menciptakan ribuan lapangan kerja, menghidupkan UMKM, hingga mendorong ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Tak sedikit alumninya yang kini menjadi pemimpin di berbagai bidang politik, birokrasi, bisnis, bahkan akademisi.
Ini membuktikan bahwa HIPMI bukan hanya tempat berproses, tapi juga tempat tumbuhnya pemimpin masa depan.
Menuju Babak Baru
Musda XII BPD HIPMI Maluku akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang HIPMI Maluku. Entah siapa pun yang memegang tongkat estafet selanjutnya, satu hal pasti, semangat pengabdian dan kolaborasi lintas generasi akan terus menyala.
Karena HIPMI bukan sekadar organisasi, ia adalah gerakan. Sebuah komitmen panjang untuk membangun Maluku dari tangan-tangan muda yang berani bermimpi dan bertindak.
Kita tunggu, siapa pemegang obor berikutnya.***














Komentar