Bupati SBB Biarkan Konflik Berlarut, Iklim Investasi Terancam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:19 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku— Konflik yang terjadi di wilayah Petuanan Negeri Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali memanas setelah aksi pembakaran alat berat milik PT. SIM terjadi pada hari ini. Insiden ini dinilai sebagai tindakan kejahatan yang terorganisir dan melanggar hukum.

Menurut Kordinator Pemerhati Investasi Maluku, Yanto Lemosol, peristiwa tersebut menunjukkan adanya pembiaran yang disengaja oleh Bupati SBB terhadap konflik yang terus berlarut di daerah tersebut.

Ia menilai tidak adanya upaya penyelesaian konflik dari pemerintah daerah turut memperburuk situasi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami melihat adanya pembiaran yang disengaja oleh Bupati Seram Bagian Barat tanpa solusi konkret. Hal ini menyebabkan masyarakat terus melakukan tindakan anarkis,” ujar Yanto.

Ia menambahkan, pembakaran alat berat di lahan milik PT. SIM adalah bentuk kejahatan serius yang dapat merusak citra investasi di Maluku, khususnya di Kabupaten SBB. Kejadian ini, menurutnya, menjadi preseden buruk bagi investor yang berencana menanamkan modal di daerah tersebut.

“Kami mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat dan Polda Maluku untuk segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku. Tindakan tegas harus diambil demi menegakkan hukum dan menjaga stabilitas daerah,” tegasnya.

Yanto juga menyoroti keberangkatan Bupati SBB ke Jakarta di tengah konflik yang sedang memanas. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan ketidakpedulian kepala daerah terhadap persoalan serius yang terjadi di wilayahnya.

Baca Juga :  HIPMI SBB Nyatakan Sikap: Garda Terdepan Dukung Maluku Integrated Port

“Pemimpin daerah seperti ini tidak bisa kita harapkan banyak. Kita harus jujur kepada publik bahwa Kabupaten SBB masih tertinggal. Iklim investasi seharusnya dijaga bersama, karena masuknya investor akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan, dan penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya.

Lebih lanjut, Yanto menyatakan bahwa lemahnya kepemimpinan Bupati selama lima tahun terakhir perlu menjadi bahan evaluasi masyarakat SBB. Ia menilai tidak ada kemajuan berarti yang dicapai selama masa kepemimpinannya.

“Kita perlu refleksi bersama. Sudah lima tahun berjalan, namun tidak ada dampak signifikan terhadap kemajuan daerah. Ini menjadi catatan penting bagi masyarakat ke depan,” pungkas Yanto Lemosol.****

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru