Terpantau, Komisi VIII Tengah Bahas Kriteria Kepemimpinan MPH Sinode GPM Periode 2025–2030

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:46 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Menjelang berakhirnya rangkaian Sidang Sinode GPM ke-39, suasana di berbagai komisi semakin intens. Salah satunya, Komisi VIII yang memiliki tanggung jawab strategis: merumuskan kriteria calon Ketua dan pengurus Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM) periode 2025–2030.

Komisi ini dipimpin oleh Pdt. D.Z. Wutwensa sebagai Ketua dan Pdt. H. Rutumalessy sebagai Sekretaris. Sidang komisi yang berlangsung di Gereja Nehemia, Ambon, pada Senin (20/10/2025) itu, kini telah mencapai tahap pemaparan hasil kepada seluruh peserta Sidang Sinode di Gereja Maranatha Ambon, Jumat (24/10).

Dalam pemaparannya, Pdt. Wutwensa menegaskan bahwa Komisi VIII bukan pertama kalinya memegang mandat penting ini.

“Kami juga dipercaya dalam Sidang Sinode sebelumnya untuk menyusun kriteria kepemimpinan periode yang kini sedang berakhir. Karena itu, kami meninjau kembali hal-hal yang sudah berjalan, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan pelayanan lima tahun ke depan,” ujarnya di hadapan peserta sidang.

Lebih lanjut, Wutwensa menjelaskan bahwa ada sejumlah perubahan dan penajaman dalam kriteria calon pemimpin GPM kali ini.

Perubahan tersebut diarahkan agar kepemimpinan mendatang lebih adaptif terhadap tantangan zaman—baik dalam konteks digitalisasi pelayanan, penguatan persekutuan jemaat, maupun tanggapan gereja terhadap dinamika sosial dan lingkungan di Maluku dan Tanah Papua.

“Kepemimpinan gereja bukan hanya soal karisma pribadi, tapi juga kemampuan untuk menavigasi gereja dalam arus perubahan sosial yang cepat. Karena itu, kami menekankan aspek integritas, kemampuan kolaborasi lintas bidang pelayanan, serta kepekaan pastoral terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan hidup,” tambahnya.

Rancangan kriteria ini akan dibahas, dikoreksi, dan disahkan bersama dalam pleno Sinode agar menjadi dasar bagi proses pemilihan MPH yang baru.

Dengan begitu, GPM diharapkan memiliki pemimpin yang bukan hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam tata kelola organisasi dan pelayanan masyarakat.

Sidang Sinode ke-39 GPM sendiri telah berlangsung selama sepekan terakhir, diwarnai dengan berbagai dinamika dan diskusi hangat mengenai arah pelayanan gereja lima tahun mendatang.

Sejumlah isu strategis turut mengemuka, mulai dari pemberdayaan jemaat di daerah kepulauan terpencil, digitalisasi pelayanan pastoral, hingga penguatan peran GPM dalam mendorong keadilan sosial dan ekologis di Maluku.

Menjelang penutupan, masih tersisa satu agenda penting terakhir, yaitu Sidang umum perihal Rekomendasi.

Sidang ini menjadi ruang bagi peserta untuk merumuskan rekomendasi strategis dan pastoral berdasarkan hasil seluruh pembahasan komisi, termasuk kriteria kepemimpinan, arah program pelayanan, dan sikap gereja terhadap isu-isu sosial yang berkembang.

Rekomendasi yang lahir dari sidang ini nantinya akan menjadi panduan moral dan operasional bagi MPH Sinode GPM yang baru dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan periode 2025–2030.

Dengan begitu, Sidang Sinode ke-39 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum pembaruan arah pelayanan GPM agar semakin kontekstual, tangguh, dan berdampak nyata bagi kehidupan jemaat serta masyarakat pada umumnya. ***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru