RPJMD Kota Ambon 2025–2029, Jalan Menuju Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 00:53 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Kota Ambon kini berdiri di ambang transformasi besar dengan diluncurkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Kesempatan agenda yang digelar di Marina Hotel, pada Selasa (20/5/2025), Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena menegaskan bahwa dokumen RPJMD bukan sekadar pedoman teknokratik, melainkan sebuah peta jalan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi Kota Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

“RPJMD ini adalah wujud komitmen moral pemerintah terhadap masa depan Kota Ambon. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal bagaimana kita membangun Ambon yang lebih baik, lebih adil, dan lebih ramah lingkungan,” ujar Wattimena dengan tegas, sembari menekankan bahwa setiap kebijakan yang digagas akan menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama.

Visi Kota Ambon 2025-2029, yakni “Ambon Manis yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”, menurutnya mencerminkan semangat untuk menjadikan Ambon sebagai kota yang tidak hanya modern, tetapi juga menghargai nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologi.

Dengan landasan tersebut, RPJMD menjadi dokumen penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh kota bersejarah ini.

Tantangan dan Solusi: Dari Ketimpangan Sosial hingga Mitigasi Bencana

Walikota Ambon tak menutup mata terhadap realitas tantangan yang ada. Ambon, yang terletak di kawasan rawan bencana, membutuhkan strategi mitigasi yang lebih konkret, guna melindungi warganya dari ancaman perubahan iklim dan bencana alam.

“Kota ini rentan terhadap bencana, baik itu gempa bumi, banjir, maupun tanah longsor. Oleh karena itu, kami fokus pada penguatan ketangguhan masyarakat dan infrastruktur yang lebih tahan bencana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dipimpin Sangadji, Bakorda HIPMI PT Maluku Dilantik: Dorong Kemandirian Mahasiswa Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Selain itu, masalah ketimpangan sosial dan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Meskipun tingkat kemiskinan di Ambon menunjukkan tren penurunan, kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin tetap menjadi perhatian.

“Indeks kesenjangan kita memang masih rendah, namun ini bukan berarti kita boleh lengah. Kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Ekonomi Kreatif dan Digitalisasi: Pilar Pertumbuhan Kota Ambon

Dalam menghadapi keterbatasan sumber daya alam, Pemkot Ambon fokus pada pengembangan sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata sebagai pendorong utama ekonomi.

“Ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM adalah kunci utama untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di Ambon. Kami berkomitmen untuk memperkuat sektor-sektor ini sebagai pilar masa depan,” ujar Wattimena.

Pemkot juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan generasi muda.

Program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi berbasis digital akan terus diperluas, guna memastikan para pelaku UMKM dapat bersaing di era teknologi ini.

Reformasi Tata Kelola dan Peningkatan Layanan Publik

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemkot Ambon juga menargetkan rampungnya pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) pada akhir tahun 2025.

MPP diharapkan dapat menjadi simbol reformasi birokrasi, dengan menyediakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Baca Juga :  Jamadi Darman Tekankan Solusi Hukum dalam Penyelesaian Aset SBB

“MPP akan menjadi salah satu fasilitas unggulan bagi masyarakat Ambon. Kami ingin setiap warga mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan efisien,” kata Walikota.

Selain itu, Pemerintah Kota Ambon telah menyiapkan 17 program prioritas yang akan dilaksanakan dalam lima tahun mendatang.

Di antaranya adalah pengelolaan sampah, penyediaan air bersih yang merata, penataan pasar dan pemukiman kumuh, serta pembangunan fasilitas umum yang ramah disabilitas.

Semua program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Meningkatkan PAD dan Mewujudkan Smart City

Walikota Ambon juga menekankan pentingnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat.

“Kita tidak bisa terus mengandalkan DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus). PAD harus digenjot, sehingga kita bisa membiayai program-program strategis secara mandiri,” ujarnya.

Dalam upaya ini, Ambon juga terus berupaya memperkuat statusnya sebagai salah satu dari 100 kota Smart City di Indonesia.

“Transformasi digital menjadi hal yang krusial, baik dalam aspek pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Kami bertekad untuk memperluas akses teknologi kepada seluruh lapisan warga, guna menciptakan kota yang lebih cerdas dan efisien,” tambah Wattimena.

Forum Konsultasi Publik: Jalan Menuju Pembangunan Partisipatif

Pada akhirnya, Walikota mengingatkan bahwa RPJMD tidak hanya disusun oleh pemerintah, tetapi juga harus mencerminkan aspirasi masyarakat.

“Forum Konsultasi Publik ini adalah ruang untuk mendengarkan suara rakyat. Ini bukan formalitas, tetapi kesempatan bagi kita semua untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.**

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru