IMM Ambon Desak Penutupan Tambang Ilegal Gunung Botak: Negara Harus Hadir Selamatkan Pulau Buru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:33 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon menyerukan penghentian total terhadap aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru. Desakan ini mencuat setelah insiden tragis yang menimpa seorang penambang asal Waiheru ditemukan meninggal dunia dengan luka sayatan di leher dan dada.

Sekretaris Umum PC IMM Kota Ambon, Muttaqien Heluth, menegaskan bahwa peristiwa tersebut mencerminkan krisis kemanusiaan yang lahir dari lemahnya kontrol negara atas eksploitasi sumber daya secara ilegal.

Ini bukan lagi persoalan kecelakaan kerja semata. Ini tragedi kemanusiaan yang tak bisa didiamkan. Negara tak boleh terus abai terhadap praktek ilegal yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa pengawasan ketat,” ungkap Muttaqien kepada wartawan di Ambon.

IMM menilai bahwa aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak bukan hanya menyebabkan kerusakan ekologis yang parah, tetapi juga menjadi pemantik konflik horizontal, maraknya kriminalitas, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat sekitar.

Keuntungan ekonominya tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan. Lingkungan hancur, warga hidup dalam ketakutan, dan hukum seperti kehilangan wibawa,” tambahnya.

IMM Ambon mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengambil tindakan tegas dan terukur, termasuk berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti Polres Buru, Polda Maluku, hingga Komando Resor Militer (Korem) guna menutup akses menuju lokasi tambang ilegal.

Baca Juga :  Lewerissa : Turnamen Pelajar Jadi Langkah Konkret Regenerasi Atlet

Lebih jauh, IMM menekankan pentingnya legalisasi tambang rakyat dalam bentuk koperasi yang memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR), agar aktivitas pertambangan dapat berjalan secara sah, terkontrol, dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah.

Solusinya bukan hanya menghentikan tambang ilegal, tapi juga mendorong penataan melalui koperasi rakyat yang resmi. Kita perlu model tambang yang legal, aman, dan berkelanjutan,” tutur Muttaqien.

IMM juga menilai bahwa keterlibatan aktif aparat penegak hukum dan unsur TNI merupakan hal mutlak demi memastikan keselamatan masyarakat dan tegaknya supremasi hukum di wilayah tersebut.

Kapolda, Pangdam, hingga jajaran pemerintah daerah tidak boleh ragu. Gunung Botak tak boleh menjadi ladang kematian. Kita butuh tambang yang beradab, bukan arena kejahatan,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru