500 Personel Gabungan Akan Tertibkan Tambang Ilegal GB, Mulai 2 Hingga 16 Desember Mendatang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 12:51 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Pemerintah Provinsi Maluku memastikan operasi besar penertiban aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, mulai dilakukan besok.

Kepastian tersebut disampaikan setelah rapat Forkopimda yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/12/2025).

Sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk menjalankan operasi ini.

“Satgas Penertiban mulai bergerak besok, dengan target penuntasan dalam 14 hari,” tegas Wakil Gubernur kepada wartawan usai rapat.

Vanath menyatakan langkah ini merupakan kelanjutan dari operasi yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus respons terhadap mandeknya pengelolaan tambang legal yang telah diberikan izin kepada 10 koperasi.

Baca Juga :  KNPI SBB Dorong Kepastian Tapal Batas SBB-Malteng Tanpa Mengusik Hak Ulayat

Meski pemerintah pusat sudah memberi lampu hijau agar tambang dikelola secara legal dengan melibatkan masyarakat, aktivitas ilegal masih dominan sehingga izin koperasi tidak bisa berjalan.

“Pemerintah secara nasional sudah memberikan izin agar tambang ini dikelola secara legal. Badan hukumnya koperasi. Tapi di lapangan aktivitas ilegal masih dominan sehingga izin ini tidak bisa jalan,” ujarnya.

Ia menegaskan keberadaan penambang ilegal bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi daerah, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya.

“Ini bukan semata persoalan pendapatan daerah, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” kata Vanath.

Pemerintah memastikan operasi penertiban tetap dilaksanakan meski memasuki periode perayaan Natal dan Tahun Baru.

Vanath mengungkapkan ada kelompok tertentu yang meminta operasi ditunda dengan alasan momen hari besar keagamaan, namun permintaan tersebut tidak dapat diterima.

“Penegakan aturan tidak bisa ditunda. Tidak ada alasan pembiaran terhadap aktivitas ilegal,” tegasnya.

Dengan dimulainya operasi besok, pemerintah berharap seluruh aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak dapat dihentikan sepenuhnya dan tata kelola tambang yang sah dapat segera berjalan sesuai ketentuan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru