Amburadul dan Berbahaya! PWPM Maluku Desak KLHK Cabut Izin PT HTI WWI, Dinilai Ancam Tiga Desa di Teluk Kayeli

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:56 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Sekretaris Wilayah (Sekwil) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku, Samsul Sampulawa, mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera mencabut izin operasional PT Hutan Tanaman Industri (HTI) Wainibe Wood Industri / WWI menyusul dugaan pembalakan yang terkesan amburadul. Tampak amburadulnya areal bekas pembalakan, hingga bekas material kayu memasuki aliran sungai di daerah hulu Kecamatan Teluk Kayeli.

Desakan itu muncul setelah informasi kuat disertai beredar foto-foto hasil pemantauan lapangan yang menunjukkan batang kayu berukuran besar dan potongan kayu lainnya berserakan di aliran sungai serta area hutan.

Selaku Sekwil PWPM Maluku, Samsul mensinyalir adanya sisa penebangan dalam jumlah signifikan yang dibiarkan tanpa penataan dan pembersihan, hingga sebagian masuk ke badan sungai yang mengalir menuju permukiman warga.

“Ini bukan sekedar pelanggaran tata kelola hutan, ini ancaman keselamatan. Material kayu di sungai dapat menjadi penyumbat dan pemicu banjir bandang saat hujan deras. Kita tidak boleh menunggu sampai ada korban,” tegas Samsul.

Samsul mengungkapkan bahwa PT HTI WWI beroperasi di Kecamatan Teluk Kayeli, namun izin HPH perusahaan tersebut disebut bermasalah, sehingga ia menilai tidak ada dasar hukum bagi aktivitas penebangan lanjutan. Karena itu, menurutnya pemerintah harus mengambil langkah cepat.

“KLHK harus mencabut izin, dan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan wajib melakukan evaluasi menyeluruh di lapangan,” katanya.

PWPM Maluku juga menyoroti adanya nama-nama yang disinyalir terafiliasi dalam operasional perusahaan, termasuk Fery Tanaya, Rina dan sejumlah pihak lain.

Meski demikian, Samsul menekankan bahwa yang paling utama saat ini adalah tindakan pencegahan untuk mencegah bencana ekologis.

Samsul memperingatkan bahwa kerusakan di hulu akan berdampak langsung pada masyarakat di hilir, khususnya warga Seith, Masarete, dan Kayeli.

“Mereka yang akan merasakan langsung bila banjir bandang atau longsor terjadi. Jangan sampai apa yang terjadi di Sumatra terulang di Maluku,” ujarnya, merujuk pada bencana banjir besar di Sumatra yang diperparah oleh pembalakan liar dan sedimentasi sungai.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat lagi menutup mata terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.

“Kami mendesak penghentian aktivitas penebangan PT HTI WWI sampai ada audit lengkap dan terbuka. Evaluasi di atas kertas tidak cukup,harus turun lapangan, tegasnya.

Menutup keterangannya, Samsul menyatakan siap memberikan bukti tambahan kepada aparat dan pemerintah jika diperlukan untuk memastikan proses investigasi berjalan transparan.

“Ini menyangkut hak masyarakat atas keselamatan. Negara harus hadir,” tutup mantan ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Buru itu.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru