Ambon, Maluku— Masa reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan Seram Bagian Barat (SBB), Haji La Nyong, pada Masa Sidang I Tahun 2025–2026 dimanfaatkan tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan langsung di lapangan.
Di Dusun Limboro, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Sabtu (13/12/2025), kegiatan reses tersebut diisi dengan bakti sosial pengobatan gratis dan khitan massal bagi warga pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pergerakan Mahasiswa Kesehatan Maluku (PMKM) Cabang SBB dan diikuti warga dari Dusun Limboro, Temi, Liran, dan Tapinalu.
Sebanyak 73 warga memperoleh layanan pengobatan gratis, sementara 62 anak mengikuti khitanan massal. Seluruh pelayanan dilakukan oleh tenaga medis dengan memperhatikan standar keselamatan dan kesehatan.
Anggota DPRD Maluku, Haji La Nyong, mengatakan bahwa keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat pesisir di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Oleh karena itu, kegiatan reses diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata warga, khususnya di sektor kesehatan.
“Reses tidak boleh berhenti pada serap aspirasi semata. Kehadiran wakil rakyat harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan dasar,” ujar La Nyong.
Ia menambahkan, inisiatif yang melibatkan organisasi kemahasiswaan dan tenaga kesehatan merupakan bentuk kolaborasi sosial yang perlu terus diperkuat untuk menjangkau masyarakat di daerah pesisir dan terpencil.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur. Hadir dalam kegiatan ini Dandim 1513/SBB, jajaran DPP PMKM, perwakilan Polsek Huamual, Kepala Puskesmas Limboro, Babinsa, para kepala dusun dari empat wilayah, Kepala MIN 1 Seram Barat, Kepala MTs Limboro, Imam Masjid Al-Huda Limboro, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Dusun Limboro, Jainu Muhamadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran anggota DPRD Maluku bersama PMKM memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau dusun-dusun lain di Kabupaten Seram Bagian Barat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Limboro, Sarfan Abe, Farm, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat membantu dalam menjangkau warga pesisir yang akses layanannya masih terbatas,” ujarnya.
Ketua PMKM Cabang SBB, Fita Silehu, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut dirancang sebagai pelayanan yang substansial. Selain pemeriksaan umum, warga juga mendapatkan konsultasi dokter serta obat-obatan secara gratis.
“Antusiasme masyarakat dari Limboro, Temi, Liran, dan Tapinalu menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar dibutuhkan dan dinantikan warga pesisir Huamual,” kata Fita.
Pelaksanaan reses yang dibingkai dengan aksi sosial ini menunjukkan upaya menghadirkan fungsi representasi wakil rakyat secara konkret.
Di tengah tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, kegiatan di Huamual menjadi gambaran bahwa kolaborasi dan keberpihakan dapat diterjemahkan ke dalam pelayanan nyata bagi masyarakat.














Komentar