SBT, Maluku,- Arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dari Pulau Teor dan Pulau Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengalami penumpukan akibat minimnya transportasi laut yang melayani rute tersebut sejak 1 Januari 2026.
Hingga Senin (5/1/2026) pagi, ratusan penumpang tujuan Kota Bula dan Kota Ambon masih tertahan di ruang tunggu Pelabuhan Kesui karena belum adanya kepastian jadwal keberangkatan kapal.
Kondisi tersebut diperparah dengan berhentinya operasional sejumlah kapal perintis sejak akhir Desember 2025, di antaranya KM Sabuk Nusantara 80, KM Sabuk Nusantara 77, dan KM Sabuk Nusantara 39.
Selain kapal perintis, dua kapal swasta, yakni KM Cantika Lestari yang berpangkalan di Ambon serta KM Fajar Baru dengan pangkalan Sorong, Papua Barat, juga tidak lagi melayani rute Pulau Kesui.
Akibatnya, ratusan warga Kesui dan Teor, yang sebagian besar merupakan pegawai dan pelajar, terpaksa menunggu tanpa kepastian untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon maupun Bula, ibu kota Kabupaten SBT.
Salah seorang pemudik tujuan Kota Bula, Paet Rusin, mengaku kecewa dengan tidak adanya kapal yang melayani rute Bula–Kesui dan sebaliknya.
“Selama ini jalur Bula–Kesui sangat lancar. Namun sejak awal Januari tidak ada kapal yang beroperasi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengupayakan pengaktifan kembali trayek kapal Bula–Kesui agar masyarakat. Khususnya pegawai dan pelajar, dapat kembali ke tempat kerja dan sekolah tepat waktu.
“Kami minta pemerintah daerah segera mencarikan solusi agar kapal bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.*














Komentar