Kinerja Puluhan OPD Dipertanyakan, Sapta Cita Lawamena Disebut Jangan Dibebankan ke Gubernur Semata

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:21 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Pemuda Muhammadiyah Maluku, Farham Suneth, mempertanyakan kinerja puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai belum maksimal menunjukkan progres kerja kepada publik, Selasa (19/05).

Menurut Suneth, visi pembangunan Sapta Cita Lawamena tidak boleh hanya terlihat diperjuangkan oleh gubernur semata, sementara banyak OPD justru nyaris tidak tampak aktivitas maupun capaian kerjanya di ruang publik.

“Publik melihat gubernur bekerja dan terus bergerak. Tetapi pertanyaannya, puluhan OPD ini kerja apa saja? Masyarakat berhak tahu program mereka, progresnya seperti apa, dan sejauh mana dampaknya bagi rakyat,” kata Suneth, Selasa.

Ia menilai keterbukaan informasi publik harus menjadi budaya baru dalam birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku. Sebab, menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan minim informasi terkait jalannya pemerintahan daerah.

“Jangan sampai Sapta Cita Lawamena terkesan hanya dibebankan kepada gubernur. Semua OPD harus ikut bergerak, bekerja, dan menyampaikan capaian mereka secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Suneth menyebut, hingga saat ini hanya beberapa OPD yang terlihat aktif menyampaikan program dan pelayanan publik melalui media massa maupun ruang informasi publik lainnya. Sementara sebagian besar dinas lain terkesan berada di zona aman tanpa transparansi kinerja.

Ia juga menyoroti masih adanya pola pikir birokrasi yang lebih fokus menjaga posisi dan karier dibanding menunjukkan karya nyata di lapangan.

“Penyelamatan karier pejabat jangan dibangun melalui pendekatan-pendekatan yang tidak profesional. Jabatan harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata, inovasi, dan pelayanan publik yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Suneth meminta Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melakukan evaluasi terhadap OPD yang dinilai pasif serta tidak memiliki keterbukaan informasi kepada publik.

Menurutnya, ketimpangan semangat kerja antar-OPD dapat memengaruhi percepatan pembangunan daerah apabila tidak segera dibenahi.

Dalam kesempatan itu, Suneth turut memberikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku yang dinilai tetap menghadirkan inovasi pelayanan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Ia mengatakan, inovasi yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak langsung bagi masyarakat karena menyentuh kebutuhan publik sehari-hari.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, masih ada OPD yang mampu menghadirkan inovasi dan aktif memberikan informasi kepada masyarakat. Hal-hal seperti ini yang seharusnya menjadi contoh bagi dinas lainnya,” katanya.

Menurut Suneth, keterbukaan kepada media bukanlah ancaman bagi birokrasi, melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

“Media jangan dijauhi. Justru media adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Publik harus tahu pemerintah bekerja apa, sejauh mana progresnya, dan manfaatnya untuk rakyat,” tandasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru