Ambon, Maluku– Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, tiba di Ambon, Maluku, Minggu (1/11/2026). Kedatangan tokoh perdamaian Maluku tersebut disambut hangat Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.
Jusuf Kalla tiba di Bandara Internasional Pattimura menggunakan pesawat khusus. Dalam kunjungan tersebut, JK didampingi Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie serta Abdul Haji Talaohu selaku kuasa hukum atau pengacara Jusuf Kalla.
Kunjungan mantan Wakil Presiden RI ke-10 periode 2004–2009 dan ke-12 periode 2014–2019 itu dalam rangka menghadiri agenda strategis Maluku Business Forum 2026 yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku.
Forum bisnis tersebut dijadwalkan berlangsung di Ballroom Hotel Santika Premiere Ambon, Minggu (1/11/2026) malam, mulai pukul 18.30 WIT.
Kegiatan ini mengusung tema “Dinamisasi Ekosistem Energi Maluku melalui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan”.
Majelis Pengurus Daerah Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Tual turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada Jusuf Kalla di Ambon, Bumi Raja-Raja.
Ketua Umum MPD Pemuda ICMI Kota Tual, Fikri Tamher, S.Kom., M.M.S.I., mengapresiasi penyelenggaraan Maluku Business Forum 2026. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran kalangan cendekiawan, pemerintah, pelaku industri, dan investor dalam membicarakan masa depan ekonomi Maluku.
“Forum ini diarahkan untuk membahas bagaimana kekayaan sumber daya alam Maluku dapat dikelola secara optimal, memberikan nilai tambah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian Maluku menjadi energi tersendiri bagi kami generasi muda untuk terus berkontribusi bagi Maluku,” ujar Fikri.
Menurutnya, Maluku Business Forum bukan sekedar pertemuan bisnis, melainkan momentum untuk mempertemukan gagasan dengan peluang sekaligus membangun komunikasi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Maluku memiliki potensi sumber daya energi dan kelautan yang besar, serta posisi strategis dalam peta pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terarah, dukungan investasi, penguatan sumber daya manusia, dan kebijakan yang memastikan masyarakat daerah turut menikmati manfaat pembangunan.
Melalui kepemimpinan Dr. Ruslan Tawari selaku Ketua Umum Majelis Pimpinan Wilayah ICMI Maluku, diharapkan organisasi tersebut terus mengambil bagian dalam menghadirkan pemikiran konstruktif dan mendorong sinergi berbagai pihak.
Dengan demikian, potensi sumber daya alam Maluku tidak hanya menjadi kekayaan yang dimiliki daerah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.**














Komentar