Ambon, Maluku– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Inovasi, Inklusivitas, dan Resiliensi Ekosistem Belajar Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan, baik secara langsung maupun daring melalui platform Zoom.
Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan di masa depan menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, inovasi pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mencakup pengembangan metode pembelajaran kreatif, kurikulum yang responsif terhadap perubahan zaman, serta penguatan budaya riset di lingkungan pendidikan tinggi.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika global. Karena itu, inovasi, inklusivitas, dan resiliensi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang pendidikan dan kebijakan publik, di antaranya Dr. Itje Chodidjah, M.A., Eksekutif Chair Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Dr. Onisimus Amtu, M.Pd., Prof. Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd. dari Universitas Negeri Semarang, serta Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si.
Berbagai perspektif dan gagasan strategis disampaikan dalam forum tersebut, mulai dari penguatan pendidikan inklusif, pengembangan kompetensi abad ke-21, transformasi sistem pembelajaran, hingga strategi meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Ketua Panitia, Nurlaila Tuanany, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang kolaborasi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk berbagi pengalaman, penelitian, serta praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan.
Ia berharap hasil diskusi dan rekomendasi yang lahir dari seminar tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan pendidikan nasional, khususnya dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, IAKN Ambon kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pendidikan di kawasan Indonesia Timur. Perguruan tinggi keagamaan negeri tersebut terus berupaya memperluas ruang diskusi akademik sekaligus menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi bangsa.
Seminar nasional FIPK IAKN Ambon diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menyiapkan generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.***














Komentar