Perkuat Literasi, Disdikbud SBB Dorong Pembelajaran Berbasis Data dan Akar Masalah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 04:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat upaya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menggelar Rapat Koordinasi Ekosistem Pendidikan dengan agenda Analisis Situasi Pembelajaran Satuan Pendidikan.

Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses belajar bersama mengenai strategi pembelajaran literasi.

Forum ini diarahkan untuk memotret kondisi pembelajaran secara nyata di satuan pendidikan, mulai dari praktik yang telah berjalan baik, persoalan yang dihadapi, hingga akar masalah yang perlu ditangani secara bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, Jafar Siddik, M.Pd, menegaskan bahwa proses peningkatan kapasitas guru dan pemangku kepentingan pendidikan tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan.

Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi perubahan konkret di sekolah dan ruang kelas.

“Pengetahuan yang kita peroleh harus masuk ke sekolah, masuk ke ruang kelas, masuk ke dalam praktik pembelajaran, dan pada akhirnya memberikan perubahan terhadap kualitas belajar anak-anak kita,” ujar Jafar.

Baca Juga :  Pemprov Maluku Didesak Ambil Peran dalam Bisnis Karbon, Potensi PAD Dinilai Belum Tergarap

Ia menekankan, analisis situasi pembelajaran menjadi penting agar setiap kebijakan pendidikan tidak hanya didasarkan pada asumsi, tetapi berangkat dari data dan persoalan nyata yang dihadapi satuan pendidikan.

Semangat yang dibangun dalam forum tersebut adalah “Satu Data, Satu Analisis, Satu Gerakan Perbaikan Pembelajaran.”

Jafar mengatakan, analisis situasi bukan dimaksudkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Sebaliknya, proses tersebut menjadi instrumen untuk menemukan persoalan secara objektif sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang dapat dilakukan secara bersama.

“Kita tidak datang untuk menunjuk siapa yang salah. Kita datang untuk memahami apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada guru dan sekolah.

Ekosistem pendidikan membutuhkan dukungan lintas sektor karena keberhasilan belajar anak turut dipengaruhi berbagai faktor di luar ruang kelas.

Karena itu, rapat koordinasi melibatkan sejumlah unsur, antara lain Bappeda, DPRD, DPKAD, Dinas Sosial, DP3A-KB, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, Perpustakaan, Kementerian Agama, PGRI, pengawas, koordinator wilayah pendidikan, fasilitator daerah, serta Tim INOVASI.

Baca Juga :  AV Dorong Pendekatan Multidimensi, Suneth: Bukan Penghinaan Agama

Kolaborasi tersebut diperlukan karena persoalan pendidikan memiliki keterkaitan dengan kesehatan anak, perlindungan dan kondisi sosial, ketersediaan bahan bacaan, lingkungan belajar, keamanan sekolah, kompetensi guru, hingga dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Melalui forum ini, pemerintah daerah menargetkan tiga hasil utama, yakni tersedianya gambaran yang jelas mengenai situasi pembelajaran di satuan pendidikan, adanya kesepahaman mengenai persoalan serta akar masalah yang menjadi prioritas, dan tersusunnya langkah tindak lanjut yang jelas, terukur, serta dapat dilaksanakan bersama.

Dengan pendekatan tersebut, data tidak berhenti sebagai laporan administratif. Data diharapkan menjadi dasar untuk menentukan persoalan prioritas, menyusun kebijakan, mengarahkan intervensi, dan mengukur perubahan yang terjadi di sekolah.

Dari data menjadi analisis, dari analisis menjadi keputusan, dari keputusan menjadi aksi, dan dari aksi menjadi perubahan nyata bagi anak-anak SBB.

Kadis Jafar menegaskan, penguatan ekosistem pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: memastikan setiap anak di Seram Bagian Barat memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, tumbuh, dan berkembang secara optimal.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru