Ambon, Maluku— Sebanyak 18 anak asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Festival Model Etnik Nasional Season 4 dengan meraih berbagai gelar juara, mulai dari runner-up, favorit, juara umum hingga the best of the best.
Pemilik Echa Management Tanimbar, Prediko Lia atau Echa, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tanimbar sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak dari daerah kepulauan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.
Hal itu disampaikan Echa saat ditemui media di kawasan Gong Perdamaian Ambon, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, kontingen KKT mengikuti dua dari empat kategori yang diperlombakan dalam festival tersebut. Kedua kategori itu yakni Kategori A untuk perempuan usia 4–8 tahun dan Kategori B untuk laki-laki usia 9–12 tahun.
Dari dua kategori tersebut, anak-anak Tanimbar berhasil merebut gelar juara umum, masing-masing pada Kategori A perempuan dan Kategori B laki-laki.
“Memang ada empat kategori, tetapi dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar kita hanya membawa dua kategori, yaitu A dan B. Kita berhasil merebut juara umum untuk kategori A wanita dan kategori B laki-laki,” kata Echa.
Selain gelar juara umum, kontingen Tanimbar juga berhasil membawa pulang delapan mahkota dalam berbagai kategori penghargaan. Sebanyak 18 peserta yang tampil mencatatkan sejumlah capaian, termasuk runner-up, juara favorit, juara umum hingga the best of the best.
Echa menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dukungan itu antara lain ditunjukkan melalui rekomendasi Bupati KKT kepada kontingen untuk mengikuti ajang tingkat nasional tersebut.
Bagi Echa, prestasi yang diraih anak-anak Tanimbar tidak seharusnya berhenti pada satu kompetisi. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan ruang pengembangan yang berkelanjutan bagi anak-anak yang memiliki bakat dan talenta di bidang modeling, budaya maupun seni pertunjukan.
“Kami berharap mungkin Pemerintah Daerah KKT dapat melihat anak-anak ini dengan bakat dan talenta yang mereka miliki, sehingga bukan saja sebatas sampai di sini, tetapi ada keberlanjutan,” ujarnya.
Ia juga berharap anak-anak berprestasi tersebut dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah maupun agenda daerah, terutama kegiatan yang berkaitan dengan budaya, fashion dan promosi daerah.
Menurut Echa, keterlibatan itu penting agar kemampuan anak-anak Tanimbar terus terasah sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Tanimbar di berbagai kesempatan.
Prestasi tersebut, kata dia, sekaligus memperlihatkan besarnya potensi generasi muda dari wilayah kepulauan. Dengan dukungan, pembinaan dan kesempatan yang memadai, anak-anak Tanimbar dinilai memiliki peluang untuk terus mengembangkan bakat sekaligus membawa nama Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke tingkat yang lebih luas.***














Komentar