PT. SIM Buka Sayap Operasi di Waesamu, Patut Dicurigai

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 16:10 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– PT Spice Islands Maluku (SIM) perusahan pembudidayaan pisang Abaka yaang beropersi di Kabupaten Seram Bagian Barat, digadang gadang akan kembali membuka sayapnya di kawasan hutan adat Waesamu kecamatan Kairatu Barat.

Hal ini sebagaimana informasi yang dihimpun tim media per Sabtu, (19/10).

Menurut sumber, ada upaya membantu Perusahan Pisang Dolar itu oleh sejumlah tokoh sentral di tubuh pemerintahan.

Bantuan tersebut berupa konsolidasi untuk memuluskan rencana PT SIM yang awalnya sudah ditolak masyarakat adat Waesamu.

Bentuk penolakan masyarakat sudah ada sejak tahun 2023 masa kepemimpinan Andi Chandra As’adudin, namun berubah saat dilakukan pertemuan Akbar yang yang difasilitasi PJ Bupati SBB Dr. Achmad Jais Ely dengan Pemdes serta tokoh masyarakat Waesamu pada tanggal 3 September 2024 lalu.

Hasil pertemuan itu berujung niat PT. SIM berjalan mulus.

Perihal itu, Misfa Faisina ketua Bidang Adovaksi Aliansi Masyarakat Adat Kabupaten SBB, menaruh curiga, adanya kongkalikong sejumlah pihak.

Baca Juga :  Bersama Alfamidi, Orang Tua Diajak Cegah Kecanduan Gadget Sejak Usia Dini Kepada Anak

“Patut kita curigai, karena belum selesai persoalan tapal batas dikawasan-kawasan konflik sebelumnya, sudah mau buka lagi,
di Waesamu. Terkesan dilancarkan dengan alasan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Lupa kalau ada yang meninggal dunia perihal masalah tersebut,” terang dia.

Dirinya mempertanyakan komitmen dan kejelasan pemerintah daerah kabupaten SBB terkait pembangunan tanpa merugikan masyarakat adat di Saka Mese Nusa.

“Atau paling tidak, masyarakat tidak dibayangi persoalan yang nantinya akan terjadi dikemudian hari akibat investasi yang terkesan dipaksakan,” pungkas aktivis Masyarakat Adat Saka Mese Nusa itu .*** Tim

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru