Sambut 62 Tahun Golkar, MS Tantang Partai Perkuat Regenerasi Kader Muda di Era Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:48 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 pada 20 Oktober 2026, Partai Golkar menghadapi tantangan regenerasi kepemimpinan di tengah perubahan lanskap politik dan perkembangan teknologi digital.

Pembaruan pola kaderisasi dinilai menjadi salah satu agenda penting untuk memastikan partai mampu menjangkau generasi muda tanpa kehilangan identitas dan nilai perjuangannya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Provinsi Maluku, Mustafa Sangadji (MS), mengatakan usia panjang organisasi politik harus diikuti kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurut dia, pengalaman sejarah dan kekuatan struktur organisasi perlu berjalan beriringan dengan upaya menyiapkan kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Partai Golkar tidak boleh hanya besar karena sejarahnya. Golkar harus mampu menjawab tantangan masa depan. Generasi muda hari ini hidup dalam zaman yang berbeda, dengan cara berpikir, berkomunikasi, dan melihat politik yang juga berbeda. Karena itu, pendekatan kaderisasi harus berubah mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan karya kekaryaan,” kata Mustafa dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut Mustafa, tantangan partai politik saat ini bukan sekadar mempertahankan eksistensi organisasi, melainkan membangun hubungan yang lebih relevan dengan generasi muda.

Perkembangan media sosial, teknologi digital, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pendapat, serta menilai kinerja lembaga politik.

Dalam situasi tersebut, kaderisasi yang hanya bertumpu pada pertemuan formal dan kegiatan seremonial dinilai tidak cukup untuk menjawab kebutuhan generasi baru.

Partai, kata dia, perlu membuka ruang partisipasi yang memungkinkan anak muda mengembangkan gagasan, mengasah kemampuan kepemimpinan, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

“Anak muda jangan hanya dibutuhkan ketika ada agenda politik atau kegiatan seremonial. Mereka harus diberikan kesempatan untuk belajar, berproses, menyampaikan kritik, bahkan mengambil tanggung jawab dalam kepemimpinan. Regenerasi tidak akan berjalan apabila ruang untuk generasi muda masih terbatas,” ujarnya.

AMPG dan Tantangan Kaderisasi Digital

Mustafa menilai Angkatan Muda Partai Golkar memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi penerus. Organisasi kepemudaan partai itu, menurut dia, perlu menjadi ruang pembelajaran politik sekaligus tempat pembentukan karakter, kapasitas kepemimpinan, dan kemampuan membaca perubahan sosial.

Pendidikan politik, kata Mustafa, tidak cukup diselenggarakan melalui forum internal organisasi. Pemanfaatan platform digital, diskusi terbuka, pelatihan kepemimpinan, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial perlu menjadi bagian dari proses pembinaan kader.

Pendekatan tersebut juga penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan politik. Dengan dukungan teknologi, proses pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk mereka yang berada di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan organisasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan regenerasi. Kader muda tetap harus dibekali etika politik, kemampuan mengolah informasi, sikap kritis, dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Generasi muda harus disiapkan bukan hanya untuk memahami teknologi, tetapi juga untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Kita membutuhkan kader yang mampu mengikuti perubahan zaman, berpikir kritis, dan tetap memiliki integritas dalam menjalankan tugas politiknya,” kata Mustafa.

Regenerasi Golkar di Maluku Harus Menjawab Persoalan Daerah

Di Maluku, Mustafa mengatakan proses regenerasi politik perlu memperhatikan karakteristik wilayah kepulauan dan persoalan yang dihadapi generasi muda.

Tantangan pendidikan, kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, akses teknologi, serta terbatasnya ruang pengembangan potensi pemuda harus menjadi bagian dari perhatian dalam pembinaan kader.

Menurut dia, kaderisasi yang efektif tidak berhenti pada pembentukan loyalitas terhadap organisasi. Kader juga perlu memiliki kemampuan memahami kebutuhan masyarakat dan merumuskan gagasan yang relevan dengan persoalan daerah.

“Kita membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pandai berbicara politik, tetapi juga mampu membaca persoalan daerah dan menghadirkan solusi. Anak muda Maluku memiliki potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana organisasi politik memberikan ruang agar potensi itu dapat berkembang,” ujarnya.

Mustafa berpandangan, keterlibatan generasi muda dalam organisasi politik semestinya memberikan pengalaman nyata dalam memahami persoalan publik.

Baca Juga :  Ambon Melejit ke 10 Besar Kota Toleran Nasional 2025

Dengan begitu, kaderisasi dapat menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kepemimpinan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata pada kepentingan internal organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan antargenerasi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan. Pengalaman kader senior, menurut dia, merupakan sumber pembelajaran yang perlu dipertahankan.

Sementara itu, kreativitas, perspektif baru, dan kemampuan beradaptasi dari kader muda dibutuhkan untuk menghadapi perubahan.

“Regenerasi bukan berarti meniadakan peran senior. Pengalaman mereka tetap penting sebagai sumber pembelajaran. Tetapi generasi muda juga harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, menyampaikan gagasan, dan memperoleh tanggung jawab. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.

HUT ke-62 Menjadi Momentum Evaluasi

Menjelang HUT ke-62, Mustafa berharap peringatan hari jadi Partai Golkar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum mengevaluasi kesiapan organisasi dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan.

Ia menilai, pembaruan kaderisasi perlu disertai budaya organisasi yang terbuka, pola pembinaan yang berkelanjutan, serta pemberian kesempatan berdasarkan kapasitas dan kualitas kader.

Dengan demikian, regenerasi tidak berhenti pada pergantian nama dalam struktur kepengurusan, melainkan menghasilkan pemimpin yang memiliki kompetensi dan pengalaman.

“Usia 62 tahun adalah perjalanan panjang yang harus dihargai. Tetapi kita juga harus berani bertanya, apakah generasi penerus sudah benar-benar disiapkan? Apakah anak muda sudah memperoleh ruang yang cukup? Dan apakah pola kaderisasi kita sudah mampu mengikuti perubahan zaman? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Mustafa.

Ia menambahkan, keberlanjutan organisasi politik membutuhkan keberanian untuk melakukan pembaruan tanpa memutus hubungan dengan sejarah dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Bagi Mustafa, regenerasi merupakan investasi jangka panjang yang menentukan bagaimana sebuah organisasi menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan masyarakat terhadap kepemimpinan politik.

“Golkar harus tetap menghargai sejarah, tetapi tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Kita harus berani berubah, berani membuka ruang bagi anak muda, dan berani menyiapkan pemimpin masa depan. Sebab, regenerasi bukan tentang siapa yang menggantikan siapa, melainkan tentang siapa yang benar-benar dipersiapkan untuk melanjutkan tanggung jawab,” katanya.

Mustafa menegaskan, momentum HUT ke-62 harus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh perjalanan masa lalunya, tetapi juga oleh keseriusan organisasi dalam mempersiapkan kader yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Golkar Solid, Indonesia Maju, Maluku Bangkit,” kata Mustafa.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru