Dari Pantai Para Martir ke Altar Syukur, 25 Tahun Imamat RD. Agoes Arbol

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:06 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

LORWEMBUN, TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Dua puluh lima tahun lalu, tepat 6 Oktober 2001, lima pemuda gagah melangkah ke altar di Pantai Langgur, Pantai Para Martir, untuk ditahbiskan menjadi imam. Kini, seperempat abad kemudian, salah satu dari mereka, RD. Agoes Arbol, kembali berdiri di altar syukur, mengenang perjalanan panjang yang penuh liku, di Stasi Santo Yoseph Lorwembun, Senin (26/10/2026).

Perayaan Ekaristi Kudus dalam rangka 25 tahun imamat RD. Agoes Arbol dimulai tepat pukul 17.00 WIT, dipimpin langsung oleh Mgr. Seno Ngutra, Uskup Dioses Amboina. Puluhan imam hadir sebagai konselebran, diiringi Koor Penggerak dari Paroki HKY Olilit Barat. Tampak hadir pula Juliana Ch. Ratuanak (Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar), sejumlah pimpinan OPD, Camat Tanimbar Selatan, Camat Kormomolin, dan Kapolsek Kormomolin.

Jejak di Pantai Para Martir
Dalam khotbahnya, RD. Agoes Arbol, yubilaris asal Desa Lorwembun, mengenang momen bersejarah itu dengan penuh haru.

“Tanggal 6 Oktober 2001, di Pantai Langgur, Pantai Para Martir, kami berlima dengan gagah, dengan kepercayaan yang tinggi melangkah ke Altar Suci untuk ditahbiskan menjadi Imam,” tuturnya.

Namun waktu telah berbicara lain. “Hari ini, dari lima orang imam tinggal tiga. Tetapi 25 tahun lalu ada lima laki-laki gagah,” ujarnya.

Tiga yang masih berkarya adalah Mgr. Seno Ngutra, RD. Kornelis Seralarat, dan RD. Agoes Arbol sendiri. Dua rekannya, Alm. Yanuaris Oratmangun dan Alm. Pastor Matheus Londar, telah berpulang ke rumah Bapa.

Baca Juga :  Kupas Permendagri 29 Tahun 2010, KNPI SBB Tegaskan Semenanjung Tanjung Sial Masuk Wilayah Seram Bagian Barat

Air Mata di Misa Pertama
Perjalanan dari tahbisan menuju altar syukur tidak selalu mulus. RD. Agoes mengenang misa pertamanya 25 tahun silam yang nyaris buyar akibat konflik di paroki.

“Malam itu saya harus membawa orang-orang Lorwembun ini ke Olilit, masuk Rumah Sakit Fatima. Saat itu Wakil Uskup Dami Lagian datang untuk mendamaikan,” kenangnya.

Justru dari kesulitan itu, ia merasakan kasih umat yang tak terlupakan. “Terima kasih kawan Theus, karena saya dari rukun ke rukun boleh misa pertama. Orang Olilit itu tidak bisa saya lupa. Danke banyak Olilit,” ucapnya dengan nada emosional.

Karena itulah, dalam perayaan syukur ini, Koor Olilit Barat sengaja dihadirkan. “Sejatinya Pastor Almarhum Matheus Londar ada bersama kami merayakan pesta 25 tahun ini. Walaupun Pastor Theus ada di surga, kehadiran koor dari Olilit menjadi penghormatan atas kehadirannya,” jelas RD. Agoes. Ia yakin sahabatnya itu tersenyum dari surga.

Tiga Profil Rasul, Satu Kasih
Dalam khotbahnya, RD. Agoes membandingkan ketiga imam yang masih berkarya dengan profil para rasul. Mgr. Seno Ngutra disandingkan dengan Rasul Petrus, gembala yang taat dan berani melangkah ke tempat yang dalam, sejalan dengan motto keuskupannya Duc in Altum.

Baca Juga :  Rayakan Hari Anak Nasional 2024, Pj Gubernur Maluku Lantik Pengurus PUSPA Manise

RD. Kornelis Seralarat disandingkan dengan Rasul Matius, murid tekun, pekerja keras, dan rendah hati yang setia di belakang layar.

“Saya sendiri memilih Rasul Yohanes, murid yang dikasihi Yesus. Motto itu bukan menunjukkan kehebatan, tapi bersandar di dada Yesus dan setia berdiri di kaki salib-Nya,” ujarnya.

“Rahasia bertahan 25 tahun bukanlah berlari cepat, melainkan betah dan melekat dalam imamat.”

Empat Pilar Setia
RD. Agoes memaparkan empat kunci yang menopang perjalanan imamatnya: keneningan doa di hadapan Sakramen Maha Kudus, mengakui kelemahan seperti Nabi Yesaya, ikhlas mengampuni sesama, dan hati penuh syukur atas segala suka duka sebagai Gratia Dei.

Ia pun menegaskan bahwa dalam bacaan hari ini, Yesaya yang merasa najis bibirnya, Paulus yang menyebut harta dalam bejana tanah liat, tergambar realitas hidup para imam.

“Bejana tanah liat itu harganya murah, tidak berkilau, tetapi yang paling penting: tanah itu mudah pecah,” ujarnya. Namun justru di situlah rahmat Allah bekerja.

Dalam pengantarnya, Mgr. Seno Ngutra menegaskan bahwa Tuhan tetap setia. “Dalam kerapuhan, keterbatasan, bahkan kejatuhan dalam dosa sekalipun, para imam akhirnya menyadari bahwa mereka dapat bangkit kembali, karena Tuhan tetap setia mencintai mereka,” ujarnya.

Perayaan syukur ini menjadi penutup yang indah bagi perjalanan seperempat abad, dari Pantai Para Martir tempat janji diucapkan, hingga altar syukur di Lorwembun tempat kesetiaan Tuhan dirayakan. “Mari doakan kami terus-menerus, agar kami bertiga tetap setia memikul tugas sampai garis akhir,” ajak RD. Agoes.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT