Pentingnya Regulasi dan Pengawasan Transportasi Laut di Maluku untuk Menghindari Tragedi Awal Tahun 2025 di Manipa

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 02:59 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Awal tahun 2025, yang bertepatan dengan bulan Rajab, seharusnya menjadi momen refleksi dan harapan baru bagi masyarakat Maluku. Namun, insiden tenggelamnya speedboat Dua Nona di perairan Tanjung Samala, Pulau Manipa, membawa duka mendalam.

Kecelakaan yang merenggut delapan nyawa, termasuk tiga anak-anak, mengingatkan kita akan rapuhnya sistem transportasi laut yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di daerah kepulauan ini.

Tragedi ini bukan sekadar statistik, tetapi cerita kehilangan bagi delapan keluarga yang kini harus menghadapi awal tahun dengan luka yang tak terbayangkan.

Kehilangan anak-anak, yang merupakan simbol masa depan, menambah beban emosional bagi masyarakat yang telah terbiasa hidup berdampingan dengan risiko laut. Mereka yang kehilangan orang tercinta mungkin tidak akan pernah memandang laut dengan cara yang sama lagi.

Di balik peristiwa ini, ada tanggung jawab yang tak bisa diabaikan. Bagaimana mungkin, di wilayah yang sangat bergantung pada transportasi laut, keselamatan menjadi sesuatu yang seolah dikesampingkan? Fakta bahwa kapal tersebut miring sebelum tenggelam, meskipun gelombang laut dilaporkan normal, memperlihatkan adanya kelalaian serius, baik dalam hal teknis maupun pengawasan.

Baca Juga :  Mendukung Sapta Cita Gubernur, Kadis Pariwisata Maluku Dukung Biro Perjalanan Wisata Sagu di Kabupaten SBT

Keberadaan perlengkapan keselamatan seperti pelampung seharusnya menjadi standar minimal, namun insiden ini menunjukkan bahwa standar itu mungkin tidak diterapkan atau bahkan diabaikan.

Kejadian ini juga menyoroti hubungan manusia dengan laut di Maluku, yang selama ini dianggap sebagai sumber kehidupan. Ironisnya, laut yang memberi kehidupan ini juga sering kali menjadi ancaman karena minimnya perhatian terhadap keselamatan. Dalam konteks ini, pemerintah memiliki peran penting untuk memastikan bahwa setiap perjalanan laut tidak menjadi perjalanan terakhir bagi penumpangnya.

Pengawasan terhadap transportasi laut bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi juga soal melindungi nyawa manusia. Setiap penumpang yang menaiki kapal mempercayakan hidup mereka pada nakhoda, kapal, dan regulasi yang seharusnya menjamin keamanan mereka.

Ketika kepercayaan itu dikhianati, bukan hanya keluarga korban yang dirugikan, tetapi juga rasa aman seluruh masyarakat Maluku.

Kita harus mulai memandang keselamatan transportasi laut bukan sebagai kebutuhan teknis semata, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Setiap nyawa yang hilang akibat kelalaian adalah kehilangan besar yang tak terbayarkan, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk memastikan tidak ada lagi orang tua yang harus kehilangan anaknya, atau anak-anak yang kehilangan orang tuanya, hanya karena sistem transportasi laut yang lemah.

Dengan semangat awal tahun dan nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Rajab, ini saatnya bagi semua pihak untuk bertindak. Maluku adalah surga laut, tetapi surga ini harus dijaga agar tetap menjadi tempat kehidupan, bukan arena tragedi. Keselamatan di laut adalah hak dasar yang harus dijamin, tanpa kecuali. Mari bersama-sama menjadikan duka ini sebagai awal perubahan menuju masa depan yang lebih aman dan manusiawi.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru