GP Ansor Desak Kapolda Maluku Periksa Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Gunung Botak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Februari 2025 - 05:42 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku– Polemik aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan. Dugaan keterlibatan oknum penegak hukum dalam aktivitas ilegal ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Buru.

Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Buru, Salamat Renwarin, dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat (14/2) dini hari, menegaskan bahwa tambang emas ilegal memang kerap menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa aktivitas tersebut tetap melanggar hukum dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara lingkungan maupun sosial.

“Ada hal yang sangat saya khawatirkan terkait aktivitas penambang ilegal. Ini bukan tempat yang legal, sehingga mereka tidak bisa bebas bekerja sesuka hati,” ujar Salamat.

Baca Juga :  Kasdam–Danrem Juara Kategori Eksekutif, Kartika Eka Paksi 38 Rebut Gelar Turnamen Domino 101 ORADO Maluku Piala Panglima TNI

Lebih lanjut, ia menyoroti berkembangnya opini publik di media sosial terkait penangkapan penambang serta dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Menurutnya, hal ini perlu disikapi serius agar netralitas dan independensi Polri tetap terjaga.

“Kita ingin nama baik Polri tetap bersinar di mata masyarakat. Oleh karena itu, oknum anggota yang diduga terlibat dalam tambang ilegal harus ditindak tegas sebagai pembelajaran bagi yang lain,” tegasnya.

Baca Juga :  HIPMI Buru Selatan Audiensi dengan Dinas Pertanian, Dorong Optimalisasi Lahan untuk Pertumbuhan Ekonomi

GP Ansor Kabupaten Buru juga meminta Kapolda Maluku untuk segera memeriksa dua oknum polisi yang tengah ramai diperbincangkan, yakni Bripka RF dari Polres Buru dan Aipda ET dari Polda Maluku. Kedua anggota tersebut diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Buru.

“Kami mendukung langkah penegakan hukum terhadap para penambang ilegal. Namun, jangan hanya masyarakat kecil yang ditindak, sementara ada dugaan keterlibatan oknum aparat yang dibiarkan. Ini demi keadilan dan citra baik institusi kepolisian,” pungkas Salamat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Polda Maluku maupun Polres Buru terkait permintaan GP Ansor tersebut.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru