Wajo Desak Pemprov Maluku Tutup Total Tambang Ilegal di Gunung Botak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:16 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan aparat keamanan untuk segera menghentikan seluruh aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru. Ia menegaskan bahwa keberadaan tambang emas tanpa izin tersebut telah menimbulkan berbagai dampak buruk, termasuk korban jiwa dan konflik sosial di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Ambon, Selasa (15/7), politisi muda dari PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa seorang penambang asal Waiheru ditemukan tewas secara tragis dengan luka sayatan di leher dan dada.

“Kasus ini memperpanjang daftar korban akibat aktivitas tambang ilegal yang tidak terkendali. Ini tidak bisa dibiarkan, apalagi sudah menyentuh pada tindak kriminal yang merenggut nyawa,” ujar Alhidayat Wajo dengan nada tegas.

Sebagai Bendahara Komisi II DPRD Maluku, Alhidayat menilai aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi sumber konflik horizontal dan ketidakstabilan sosial di wilayah sekitar.

“Aktivitas ini tidak memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Yang terjadi justru pencemaran lingkungan, konflik sosial, hingga meningkatnya kriminalitas,” katanya.

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengambil tindakan tegas, termasuk menutup seluruh akses menuju lokasi tambang ilegal.

Dikatakan, langkah penertiban harus segera dilakukan guna memulihkan tata hukum dan keamanan di kawasan tersebut.

Alhidayat juga menyerukan kepada Polres Buru, Polda Maluku, dan Korem untuk ikut bertanggung jawab dalam menegakkan aturan serta memastikan tidak ada lagi celah bagi tambang liar untuk beroperasi.

“Penegakan hukum harus menjadi prioritas. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya. Aparat harus hadir dan bertindak cepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alhidayat Wajo mendorong agar pemerintah mempercepat proses legalisasi tambang melalui koperasi-koperasi resmi yang telah memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Menurutnya, ini adalah solusi jangka panjang yang dapat menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan keselamatan warga.

“Jika tambang dikelola secara legal oleh koperasi resmi, maka masyarakat bisa merasakan manfaat ekonomi tanpa harus mengorbankan nyawa dan lingkungan,” terang Alhidayat.

Politisi muda yang dikenal vokal terhadap isu-isu kerakyatan itu kembali menegaskan bahwa Gunung Botak bukan boleh menjadi ladang konflik dan kejahatan.

“Kita ingin tambang yang tertib, memberi nilai tambah bagi daerah, dan dikelola secara manusiawi. Bukan zona abu-abu yang merenggut masa depan rakyat,” tutupnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIT

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran

Berita Terbaru