Beras Melonjak, Alhidayat: Kendalikan Harga, Lindungi Daya Beli

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 02:04 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Lonjakan harga beras yang kian memberatkan masyarakat mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo. Ia menilai kondisi ini bukan lagi semata urusan daerah, melainkan telah menjadi persoalan nasional yang mendesak perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

“Masalah beras ini sudah menjadi isu nasional. Pemerintah pusat maupun daerah harus melihat ini sebagai sinyal darurat di sektor pangan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Selasa (5/8).

Alhidayat mengungkapkan, kelangkaan yang terjadi dan memicu lonjakan harga secara merata di seluruh wilayah Maluku merupakan gambaran nyata lemahnya tata kelola pangan di daerah.

Menurutnya, dari sebelas kabupaten/kota, hanya empat yang menjadi sentra produksi beras, itupun dengan keterbatasan hasil yang jauh dari cukup.

Data yang ia paparkan menyebutkan, realisasi produksi beras Maluku tahun 2024 hanya mencapai kisaran 45 ribu ton, sementara kebutuhan masyarakat Maluku berada di angka 110 hingga 120 ribu ton per tahun.

Baca Juga :  Kafilah Maluku Siap 90 Persen, 34 Peserta Disiapkan untuk MTQ Nasional di Semarang

Ketimpangan ini menjadikan Maluku sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Ketergantungan yang terlalu tinggi ini sangat berisiko, apalagi jika pasokan terganggu, maka harga pasti melonjak seperti sekarang,” tegasnya.

Harga beras medium di pasar tradisional saat ini disebut telah menembus Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, beras premium berada di rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, naik sekitar 10 hingga 15 persen dibanding awal tahun.

Melihat situasi ini, Alhidayat mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku dan Kota Ambon untuk segera mengambil langkah cepat melalui operasi pasar. Ia menilai langkah tersebut penting untuk meredam gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat kecil.

“Operasi pasar harus segera dilakukan agar harga tidak terus melambung dan semakin membebani warga. Ini soal kepekaan dan respon cepat terhadap kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti panen raya di Kabupaten Maluku Tengah pada 4 Agustus 2025 yang menurutnya harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Ia mengingatkan agar hasil panen tersebut tidak keluar dari Maluku hanya karena tergiur harga jual yang lebih tinggi di luar daerah.

“Kalau memang harga jual di luar lebih tinggi, pemerintah daerah harus punya solusi, seperti skema pembelian bersubsidi. Jangan sampai beras hasil panen rakyat justru hilang dari pasar lokal,” tuturnya.

Alhidayat juga menekankan pentingnya langkah strategis jangka panjang di sektor pangan, agar Maluku tidak terus-menerus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan pada pasokan eksternal.

Menurutnya, sudah saatnya ada perencanaan terpadu untuk membangun kemandirian pangan di provinsi kepulauan ini.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru