Ambon, Maluku — Kafilah Provinsi Maluku memastikan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah, 12-20 September 2026, telah mencapai 90 persen. Sebanyak 34 peserta akan mewakili Maluku pada berbagai cabang perlombaan dalam ajang nasional tersebut.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan seluruh persiapan teknis maupun kebutuhan kafilah terus dimatangkan menjelang keberangkatan.
“Alhamdulillah, persiapan kita sejauh ini sudah 90 persen,” kata Kasrul di Ambon, Rabu, 9 September 2026.
Menurut dia, total rombongan kafilah Maluku berjumlah 55 orang. Komposisi tersebut terdiri atas 34 peserta, satu dewan hakim nasional, delapan pelatih, delapan pendamping, serta empat orang dari unsur pengurus LPTQ Provinsi Maluku.
Satu-satunya dewan hakim nasional asal Maluku yang akan bertugas dalam MTQ Nasional kali ini adalah Maryam Hakim. Kasrul mengatakan LPTQ telah berupaya menambah jumlah dewan hakim nasional dari Maluku, namun hingga kini baru satu orang yang berhasil masuk dalam jajaran tersebut.
“Untuk dewan hakim nasional, Maluku hanya memiliki satu orang, yakni Ibu Maryam Hakim,” ujarnya.
Kehadiran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Profesor Doktor Abdullah Haji Abdullah, dalam rombongan juga dinilai menjadi tambahan semangat bagi para peserta. Kasrul berharap kehadiran tokoh tersebut dapat memberikan motivasi kepada para peserta yang akan berlaga membawa nama Maluku.
Rombongan mulai dikonsolidasikan di salah satu hotel di Ambon pada 9-10 September 2026. Pada 11 September pagi, kafilah Maluku dijadwalkan bertolak menuju Semarang. Peserta dari Ambon nantinya akan bergabung dengan rombongan di Bandara Soekarno-Hatta sebelum bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Semarang.
“Tanggal 11 mereka akan bergabung dengan peserta yang dari Ambon di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian sama-sama menuju Semarang,” kata Kasrul.
Setibanya di Semarang, rangkaian kegiatan MTQ Nasional akan dimulai pada 12 September. Kafilah Maluku akan mengikuti pawai ta’aruf pada pagi hari, dilanjutkan dengan proses pendaftaran dan pengambilan nomor tampil peserta.
Pada malam harinya, seluruh kafilah dijadwalkan mengikuti pembukaan MTQ Nasional yang direncanakan dibuka Presiden. Perlombaan berbagai cabang MTQ kemudian mulai berlangsung pada 13 dan 14 September dan berlanjut hingga rangkaian kegiatan selesai.
Dari sisi dukungan operasional, Kasrul mengatakan kebutuhan transportasi lokal dan konsumsi kafilah telah dipersiapkan sekitar 90 persen. Panitia juga telah menyiapkan bus dan kendaraan jenis Innova untuk mendukung mobilitas kafilah selama berada di Jawa Tengah.
“Kami didampingi teman-teman Satpol PP di Provinsi Jawa Tengah yang selama ini berkomunikasi dengan kita. Panitia juga menyiapkan bus dan mobil Innova, sehingga kami tidak terlalu repot lagi di sana,” ujarnya.
Meski demikian, LPTQ Maluku masih berencana menambah satu hingga dua kendaraan untuk memastikan mobilitas kafilah berjalan lancar selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kasrul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur Maluku beserta istri dan Wakil Gubernur Maluku beserta istri, yang dinilai telah memberikan dukungan moril maupun materiil terhadap persiapan kafilah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para bupati dan wali kota beserta jajaran LPTQ kabupaten dan kota yang turut memberikan dukungan kepada para peserta.
Dukungan juga datang dari sejumlah sekolah dan instansi yang memberikan izin kepada siswa, anggota, pelatih maupun pendamping untuk mengikuti MTQ Nasional sebagai bagian dari kontingen Maluku.
Kasrul menyebut peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain Dobo, Tual, Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Ambon. Sejumlah instansi juga memberikan izin kepada anggotanya untuk memperkuat kafilah Maluku. Salah satunya Polres Seram Bagian Timur yang memberikan izin kepada salah satu anggotanya untuk mengikuti ajang tersebut.
“Kami juga berterima kasih kepada sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang sudah mengizinkan anggotanya menjadi peserta dan mewakili Maluku,” kata dia.
Apresiasi serupa diberikan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku beserta jajaran Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan dan keberangkatan kafilah.
Dengan persiapan yang telah mencapai 90 persen, Kasrul berharap seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan MTQ Nasional berjalan lancar. Ia juga meminta para peserta menjaga konsentrasi dan membawa nama Maluku dengan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap semuanya berjalan dengan lancar dan anak-anak kita dapat memberikan yang terbaik untuk Maluku,” ujar Kasrul.








































































Discussion about this post