Kembalikan Kejayaan Rempah Maluku, Emas Hijau dari Amalatu Diproyeksikan akan Jadi Komoditas Unggulan SBB dan motor kebangkitan ekonomi Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini mulai menaruh perhatian serius terhadap potensi strategis cengkeh hutan (Syzygium obtusifolium L.) sebagai komoditas unggulan daerah. Tanaman endemik Maluku ini, yang telah didaftarkan oleh Gubernur Maluku dengan nama varietas “Nusa Amahitu”, diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi Maluku di masa mendatang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, varietas lokal ini tengah dipersiapkan untuk bertransformasi dari sekadar hasil hutan menjadi komoditas agribisnis bernilai tinggi yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat Maluku.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi sumber daya genetik asli Maluku yang selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang sangat potensial.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, pengembangan cengkeh hutan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut konservasi plasma nutfah lokal dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam endemik.

Secara karakteristik, cengkeh hutan Seram memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan cengkeh budidaya konvensional. Tanaman ini dikenal lebih adaptif terhadap kondisi ekologis lokal serta memiliki ketahanan yang relatif tinggi terhadap serangan hama dan penyakit.

Selain itu, kandungan minyak atsiri dan senyawa eugenol yang tinggi pada bunga, daun, hingga rantingnya menjadikan cengkeh hutan memiliki prospek pasar yang luas, terutama bagi industri farmasi, kosmetik, pangan, hingga industri rokok kretek.

Baca Juga :  Saatnya Domino Naik Kelas!

Kondisi ini menunjukkan bahwa cengkeh hutan memiliki nilai tambah (value added) yang besar dalam rantai industri hilir rempah nasional.

Pengembangan cengkeh hutan juga sejalan dengan agenda ekonomi hijau (green economy) melalui pendekatan revitalisasi dan hilirisasi sektor perkebunan berbasis kehutanan.

Dengan konsep tersebut, pengelolaan komoditas tidak hanya berorientasi pada eksploitasi hasil primer, tetapi juga diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi melalui pengolahan, diversifikasi produk, serta penguatan industri turunan berbasis rempah.

Saat ini Pemerintah Kabupaten SBB di bawah kepemimpinan Bupati Asri Arman, MT, terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait serta pemerintah pusat guna mempercepat penerbitan Surat Keputusan (SK) pelepasan varietas cengkeh hutan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pelepasan varietas ini menjadi langkah strategis agar Pemerintah Daerah SBB dapat secara resmi menetapkan cengkeh hutan sebagai “Komoditas Unggulan SBB”.

Penetapan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual di tingkat petani, tetapi juga memperkuat posisi Maluku, khususnya Seram Bagian Barat, sebagai sentra penghasil bibit unggul dan produsen cengkeh hutan terbesar di Indonesia.

Dalam jangka panjang, kebijakan ini dapat membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing sektor perkebunan Maluku di tingkat nasional maupun global.

Data Komite AgroTani Maluku mencatat bahwa pada musim panen Januari–Februari 2026, petani cengkeh hutan di Kecamatan Amalatu berhasil memproduksi sekitar 200–250 ton cengkeh kering dengan nilai transaksi mencapai Rp10–13 miliar, pada kisaran harga Rp73.000–75.000 per kilogram.

Baca Juga :  Jalan Huamual: Jangan Korbankan Infrastruktur Demi Ketahanan Pangan Nasional

Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, harga cengkeh hutan saat ini telah mampu bersaing dengan cengkeh tuni yang selama ini dikenal sebagai varietas unggulan lokal Maluku.

Keunggulan biologis dan ekonomis cengkeh hutan turut mendorong meningkatnya minat petani untuk mengembangkan komoditas ini. Banyak petani di berbagai wilayah Maluku mulai beralih atau memperluas budidaya cengkeh hutan karena dinilai lebih prospektif dan efisien.

Selain tahan terhadap hama dan penyakit, tanaman ini memiliki masa panen relatif cepat, yakni sekitar 4–5 tahun setelah tanam, dengan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lahan lokal serta kebutuhan perawatan yang relatif rendah. Stabilitas harga pasar juga menjadi faktor penting yang memperkuat daya tarik ekonomi cengkeh hutan di kalangan petani.

Saat ini Pemerintah Kabupaten SBB, Pemerintah Provinsi Maluku, serta berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi guna mempercepat penerbitan SK pelepasan varietas cengkeh hutan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Diharapkan proses tersebut dapat segera terealisasi sehingga petani lokal memperoleh legalitas dalam penangkaran, pembenihan, dan distribusi bibit secara resmi. Lebih dari itu, legalitas varietas ini juga menjadi langkah penting dalam melindungi, melestarikan, dan memperkuat identitas historis serta habitat sumber daya genetik cengkeh hutan Seram sebagai warisan hayati asli Kepulauan Maluku.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit
Butuh Peta Jalan Pendidikan Berbasis Kepulauan di Maluku

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:42 WIT

Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT