- GEMELITA PATTIRADJAWANE Fungsionaris DPD Partai Gerindra Maluku, Ketua PD TIDAR Maluku, Sekretaris Umum BPD HIPMI Maluku.
Ambon, Maluku– Saya adalah seorang perempuan yang sedang berproses menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama. Seorang anak perempuan yang terus belajar tentang kehidupan, tanggung jawab, dan arti perjuangan. Saya adalah seorang pengusaha yang percaya pada kemandirian, sekaligus seorang politisi yang meyakini bahwa pengabdian harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar rangkaian kata.
Saya juga seorang perempuan yang kelak akan menjadi seorang ibu. Bagi saya, peran itu bukan hanya tentang membesarkan anak, tetapi juga tentang menanamkan nilai, membangun karakter, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan dengan keberanian, integritas, dan kepedulian.
Saya percaya, menjadi perempuan bukanlah alasan untuk membatasi langkah. Sebaliknya, setiap tantangan adalah ruang untuk bertumbuh, setiap kesulitan adalah pelajaran tentang keteguhan, dan setiap kesempatan adalah jalan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.
Dari keluarga, saya belajar tentang tanggung jawab. Dari dunia usaha, saya memahami arti kerja keras dan kemandirian.
Sementara dari dunia politik dan organisasi, saya belajar bahwa keberanian mengambil peran harus berjalan seiring dengan kepedulian, integritas, serta tanggung jawab terhadap masyarakat.
Bagi saya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Sumpah Pemuda adalah pengingat bahwa perjuangan tidak pernah selesai pada satu generasi.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus hidup dalam tindakan, sikap, dan keberanian kita menjawab tantangan zaman.
Jika dahulu para pemuda berjuang untuk menyatukan bangsa dan merebut kemerdekaan, maka hari ini tugas kita adalah menjaga persatuan, memperluas kesempatan, memperkuat kemandirian, serta memastikan bahwa generasi penerus memiliki ruang untuk tumbuh dan mengambil peran dalam pembangunan.
Kita tidak boleh berhenti menjadi generasi yang hanya pandai berbicara tentang perubahan. Kita harus menjadi generasi yang berani memulai, bersedia bekerja, dan konsisten menghadirkan manfaat.
Sebab, masa depan tidak akan berubah hanya karena harapan yang kita ucapkan, tetapi karena tindakan yang kita lakukan hari ini.
Saya ingin menjadi bagian dari barisan pemuda yang besar, bukan semata-mata karena jumlahnya, melainkan karena kekuatan gagasan, solidaritas, keberanian, dan kepeduliannya.
Barisan yang tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tidak kehilangan arah karena kepentingan sesaat, dan tidak berhenti pada wacana ketika masyarakat membutuhkan tindakan nyata.
Bagi saya, membesarkan barisan bukan berarti sekadar memperbanyak orang yang berdiri di belakang kita.
Lebih dari itu, membesarkan barisan berarti memperkuat kapasitas setiap orang, membuka kesempatan bagi mereka yang belum mendapatkan ruang, serta memastikan bahwa semakin banyak anak muda memiliki keberanian untuk memimpin, berkarya, dan mengabdi.
Dalam perjalanan itu, suara perempuan harus menjadi bagian penting dari percakapan tentang masa depan.
Perempuan tidak cukup hanya diberi ruang untuk hadir, tetapi juga harus memiliki kesempatan untuk menentukan arah, menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan memimpin perubahan.
Perempuan harus didorong untuk mandiri secara ekonomi, berani dalam berpolitik, kuat dalam prinsip, serta tetap memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Saya tidak ingin hanya menjadi perempuan yang berhasil berdiri kuat untuk dirinya sendiri. Saya ingin ikut membuka jalan agar lebih banyak perempuan berani bermimpi, membangun kemandirian, dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
Sebab, keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya ketika kita mampu mencapai sesuatu untuk diri sendiri, tetapi ketika pencapaian itu dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk ikut bertumbuh.
Keyakinan ini juga menjadi alasan mengapa saya memandang penting pemberdayaan pemuda. Generasi muda tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima warisan masa lalu atau pelengkap dalam agenda pembangunan.
Pemuda harus dipersiapkan menjadi pelaku utama yang memiliki kompetensi, karakter, daya saing, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.
Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam sikap. Generasi yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi memahami tanggung jawab sosial.
Generasi yang mampu berkompetisi tanpa kehilangan solidaritas, berjuang tanpa mengorbankan integritas, serta memimpin tanpa melupakan kepentingan masyarakat.
Bagi Maluku, harapan itu menjadi semakin penting. Kita memiliki kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, potensi ekonomi, dan generasi muda yang menyimpan begitu banyak kemampuan.
Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan ruang, kesempatan, pendampingan, serta keberanian untuk dikembangkan. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak muda Maluku tumbuh dengan keterbatasan harapan hanya karena akses dan kesempatan belum terbuka secara merata.
Maluku membutuhkan pemuda yang mau berproses, perempuan yang berani mengambil peran, pengusaha yang mampu membuka peluang, serta pemimpin yang menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Kita membutuhkan kerja bersama yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam program, kolaborasi, dan tindakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Saya menyadari bahwa perjalanan untuk sampai pada tujuan tersebut tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, perbedaan pandangan, kegagalan, bahkan masa ketika langkah terasa begitu berat.
Namun, saya percaya bahwa proses adalah bagian penting dari perjuangan. Kita tidak harus selalu menjadi yang paling cepat, tetapi kita harus bersedia terus belajar. Kita tidak harus selalu berada di depan, tetapi kita harus memastikan bahwa setiap langkah membawa manfaat.
Karena itu, saya ingin terus berproses. Belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, memperluas kebermanfaatan, dan menjaga semangat untuk tetap bergerak.
Saya percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh, selama ia tidak berhenti berusaha dan tidak kehilangan tujuan.
Pada akhirnya, perjuangan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, seberapa tinggi jabatan yang kita capai, atau seberapa besar pengakuan yang kita terima.
Perjuangan yang lebih bermakna adalah tentang berapa banyak orang yang dapat kita kuatkan, berapa banyak kesempatan yang dapat kita buka, dan berapa banyak generasi yang dapat kita persiapkan untuk melanjutkan cita-cita bersama.
Saya ingin meyakini bahwa apa yang kita bangun hari ini tidak berhenti pada diri kita sendiri. Gagasan, pengalaman, nilai, dan semangat pengabdian harus dapat diwariskan kepada mereka yang akan melanjutkan perjuangan esok hari.
Sebab, perjuangan yang besar bukanlah perjuangan yang berhenti ketika kita lelah, melainkan perjuangan yang tetap hidup meskipun suatu hari kita tidak lagi berada di barisan terdepan.
Hari ini, pada momentum peringatan Sumpah Pemuda, saya kembali diingatkan bahwa masa depan tidak cukup hanya diwariskan. Masa depan harus dipersiapkan, diperjuangkan, dan dibangun bersama.
Kita adalah generasi masa kini yang memikul tanggung jawab untuk menyiapkan masa depan. Apa yang kita putuskan hari ini akan turut menentukan seperti apa kehidupan generasi berikutnya.
Dari keluarga, saya belajar tentang kekuatan. Dari perjuangan, saya menemukan tujuan. Dari dunia usaha dan organisasi, saya belajar tentang kemandirian, kolaborasi, dan tanggung jawab. Dari kebersamaan, saya membangun barisan. Dan dari generasi penerus, saya menitipkan harapan.
Perjuangan saya hari ini bukan semata-mata tentang apa yang dapat saya capai, melainkan tentang apa yang dapat saya bagikan, siapa yang dapat saya kuatkan, dan manfaat apa yang dapat saya tinggalkan bagi orang lain.
Selamat Hari Sumpah Pemuda.
Mari bergerak bersama, membesarkan barisan, menguatkan peran perempuan, memberdayakan pemuda, dan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian.
Untuk Maluku yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih kuat, dan untuk masa depan yang layak diperjuangkan oleh generasi berikutnya.
Kita adalah generasi masa kini untuk masa depan. Teruslah berproses, teruslah bertumbuh, dan jangan pernah lelah menjadi bermanfaat.***














Komentar