Bijak Menyantap Hidangan Idul Adha: Waspadai Risiko Kesehatan dari Konsumsi Berlebih Daging dan Santan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 07:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Idul Adha merupakan momen penuh sukacita yang identik dengan kebersamaan dan hidangan khas berbahan dasar daging. Sajian seperti gulai, sate, tongseng, dan rendang menjadi menu yang hampir selalu hadir di setiap meja makan.

Tak dapat dimungkiri, olahan daging sapi dan kambing memang menggugah selera, apalagi ketika dinikmati bersama keluarga dan kerabat. Namun, di balik kenikmatan tersebut, penting bagi kita untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya.

Terlalu banyak mengonsumsi daging, terutama yang diolah dengan santan dan bumbu pekat, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Berikut beberapa masalah kesehatan yang kerap muncul pasca perayaan Idul Adha, sebagaimana dikutip dari Halodoc dan berbagai sumber medis lainnya:

  •  Gangguan Pencernaan

Makanan bersantan memang lezat, namun bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, bisa memicu gangguan saluran cerna seperti perut kembung, mual, atau diare. Kandungan lemak jenuh dalam santan dapat memperlambat proses pencernaan, terutama jika dikombinasikan dengan asupan daging berlemak.

  •  Kolesterol Tinggi

Daging merah seperti sapi dan kambing merupakan sumber lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama tanpa mengimbangi dengan makanan berserat seperti sayur atau buah, risiko peningkatan kadar kolesterol dalam darah pun meningkat. Menurut American Heart Association, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.

  •  Asam Urat

Penderita asam urat sebaiknya ekstra hati-hati saat menyantap hidangan Idul Adha. Daging merah mengandung purin yang tinggi, zat yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Jika tidak dikontrol, hal ini bisa menimbulkan peradangan sendi, terutama pada jempol kaki. Disarankan untuk membuang bagian lemak dan membatasi porsi konsumsi daging.

  •  Dehidrasi

Mengonsumsi daging dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar protein dalam tubuh. Studi dari University of Connecticut menunjukkan bahwa asupan protein yang tinggi dapat memicu kerja ginjal lebih keras, sehingga tubuh mengeluarkan lebih banyak urine dan berpotensi menyebabkan dehidrasi. Karena itu, penting untuk memperbanyak minum air putih selama perayaan berlangsung.

  •  Sembelit
Baca Juga :  Omon Omon Penjabat Bupati SBB

Daging tidak mengandung serat, dan jika dikonsumsi tanpa keseimbangan dari sayuran atau makanan berserat lainnya, bisa menyebabkan sembelit. Kekurangan serat memperlambat pergerakan usus dan membuat proses buang air besar menjadi tidak lancar.

Menikmati Tanpa Berlebihan

Penting untuk diingat bahwa menikmati hidangan khas Idul Adha tidak dilarang. Namun, kunci utamanya adalah keseimbangan. Batasi porsi konsumsi daging dan santan, pilih metode memasak yang lebih sehat (misalnya merebus atau memanggang tanpa banyak lemak), dan perbanyak konsumsi sayuran serta buah-buahan.

Jika Anda mulai merasakan gejala seperti pusing, nyeri sendi, atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan berlemak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur atas nikmat yang kita terima.

Selamat merayakan Idul Adha dengan bijak dan sehat!***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT