Ambon, Maluku – Dinamika menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BPP HIPMI 2026 mulai terasa di berbagai daerah. Salah satunya terlihat dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis yang digelar BPD HIPMI Maluku di Kota Ambon, yang menjadi titik pertemuan sejumlah tokoh calon pemimpin organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut.
Tiga dari empat Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI diketahui hadir langsung di Maluku dalam momentum tersebut.
Kehadiran para kandidat dinilai menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, konsolidasi, sekaligus menyerap aspirasi kader HIPMI di kawasan timur Indonesia menjelang Munas HIPMI 2026.
Dua kandidat, yakni Reynaldo Bryan dan Ade Jona Prasetyo, hadir bertepatan dengan pelaksanaan Forum Bisnis BPD HIPMI Maluku.
Keduanya tampil sebagai pembicara dalam forum tersebut dan memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan gagasan serta arah kepemimpinan yang akan dibawa jika terpilih memimpin BPP HIPMI periode mendatang.
Dalam rentetan sesi diskusi bersama kader dan pengusaha muda Maluku, Reynaldo Bryan menekankan pentingnya memperkuat peran HIPMI sebagai motor penggerak investasi daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Ia juga mendorong terciptanya konektivitas bisnis antardaerah dan peningkatan ruang bagi pengusaha muda lokal untuk masuk dalam proyek-proyek strategis nasional.
Dukungan terhadap Reynaldo Bryan juga menguat di Maluku. Dalam dinamika internal organisasi, BPD HIPMI Maluku diketahui telah memberikan rekomendasi dukungan kepada Reynaldo Bryan untuk maju sebagai Calon Ketua Umum BPP HIPMI pada Munas XVIII mendatang.
Sementara itu, Ade Jona Prasetyo hadir membawa semangat kolaborasi dan transformasi digital bagi pengusaha muda nasional.
Dalam pemaparannya, Ade menyoroti pentingnya adaptasi teknologi, penguatan UMKM, serta pembangunan ekosistem bisnis yang inklusif sebagai fondasi menghadapi tantangan ekonomi global menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, kandidat lainnya, Antoni Leong, tiba di Ambon sehari setelah seluruh rangkaian kegiatan wajib BPD HIPMI Maluku berakhir.
Meski demikian, kunjungan tersebut tetap menjadi bagian dari agenda konsolidasi menjelang Munas HIPMI 2026.
Dalam jadwal kegiatannya di Ambon, Antoni mengajak jajaran BPD HIPMI Maluku melakukan kunjungan bersama ke BMPP Nusantara 1 Ambon sebagai bagian dari penguatan jejaring bisnis dan investasi.
Antoni sendiri dikenal membawa visi penguatan konektivitas usaha nasional dan internasional melalui perluasan jaringan bisnis antarwilayah.
Ia juga mendorong HIPMI agar lebih aktif membuka akses pasar dan kemitraan strategis bagi pengusaha muda Indonesia.
Sementara satu kandidat lainnya, Afifuddin Kalla, meski belum hadir di Maluku dalam momentum tersebut, tetap menjadi bagian dari kontestasi menuju kursi Ketua Umum BPP HIPMI.
Afifuddin mengusung gagasan penguatan ekosistem usaha berkelanjutan, pengembangan industri berbasis inovasi, serta peningkatan kapasitas kader HIPMI agar mampu bersaing di tingkat global.
Munas XVIII BPP HIPMI 2026 dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, terutama di tengah tantangan ekonomi nasional, transformasi digital, dan kebutuhan memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan daerah.
Kehadiran para kandidat di Maluku menunjukkan bahwa kawasan timur Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam peta strategis HIPMI nasional.
Selain memiliki potensi sumber daya yang besar, Maluku dinilai memiliki posisi penting dalam agenda hilirisasi, investasi maritim, hingga pengembangan ekonomi berbasis kepulauan yang menjadi perhatian pemerintah pusat.***






































































Discussion about this post