Piru, Maluku— Aparat kepolisian bergerak cepat meredam konflik antarwarga Dusun Ani dan Dusun Tanah Goyang, RT 6 Pawae, melalui pertemuan koordinasi dan mediasi yang berlangsung pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Pertemuan yang digelar pukul 00.10 WIT di kawasan Pertamina Pawae itu dipimpin Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, didampingi Kapolsek Huamual IPDA Salim Samsia Balami.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda dari kedua wilayah.
Kapolres dalam arahannya menekankan bahwa pertemuan difokuskan pada upaya penyelesaian damai, bukan memperdebatkan persoalan yang terjadi.
Ia menyebut, konflik dipicu oleh kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang tidak benar.
“Situasi ini muncul kembali karena adanya provokasi dan lemahnya kontrol sosial. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan penyelesaian,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu dan telah diselesaikan secara resmi, sehingga seluruh pihak diminta tidak mudah terprovokasi dan menjaga stabilitas keamanan.
Dalam forum tersebut, Kepala Dusun Ani, La Ode Anda, menyampaikan penyesalan atas insiden yang terjadi dan menduga adanya pihak luar yang memicu konflik.
Sementara Kepala Dusun Tanah Goyang, La Jusmin, mengimbau warga agar tidak saling curiga serta mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat.
Dari unsur pemuda, muncul usulan pembentukan pos pengamanan di dua titik strategis antara wilayah Pawae dan Ani.
Usulan ini mendapat dukungan dari tokoh agama dan masyarakat sebagai langkah pencegahan konflik lanjutan.
Ketua RT 6 Dusun Tanah Goyang, Lutfy Ranyaan, menilai konflik terjadi akibat kesalahpahaman yang berkembang tanpa kontrol, sehingga perlu penyelesaian cepat agar tidak meluas.
Perwakilan Pemerintah Desa Lokki, F. Purimahua, turut mengajak seluruh pihak membuka ruang perdamaian dan menuntaskan persoalan pada malam itu, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Menanggapi berbagai masukan, Kapolres memastikan peningkatan pengamanan melalui penempatan pos di titik rawan serta pengawasan terhadap potensi provokasi dari pihak luar.
Ia juga menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan terhadap pihak yang terlibat.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk menyelesaikan konflik secara damai dan berkelanjutan, disertai komitmen meningkatkan pengawasan dan mencegah penyebaran informasi hoaks.
Mediasi berakhir pada pukul 02.00 WIT dalam kondisi aman dan kondusif, dengan harapan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri.***







































































Discussion about this post