TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyikapi kondisi terkini pasca terjadinya gesekan di Desa Lermatang, yang beriringan dengan proses pendataan objek dan subjek yang sedang berlangsung di wilayah tersebut .
Ketua KNPI Tanimbar dalam pernyataannya menegaskan bahwa Tim Pendataan (Timdu) seharusnya bekerja lebih responsif dan mengutamakan pendengaran terhadap aspirasi serta keluhan masyarakat setempat.
“Masyarakat telah ikhlas menyerahkan tanahnya kepada negara demi kepentingan pembangunan. Oleh karena itu, negara pun memiliki kewajiban yang setimpal untuk mengakomodasi kepentingan warga. Keinginan mereka tidak ada yang salah,” ujar Ketua KNPI.
Ia menilai kesalahan muncul ketika aturan diterapkan secara kaku pada situasi yang seharusnya diselesaikan lewat ruang komunikasi yang efektif.
“Yang keliru adalah jika kita memaksakan menempatkan aturan di tengah kondisi yang justru membutuhkan dialog. Ketika ketentuan diposisikan berhadapan dengan harapan masyarakat yang sedang menanti proses pendataan, maka tak terelakkan akan terjadi turbulensi hingga konflik kepentingan,” tambahnya.
Untuk meredakan ketegangan dan mencegah luka batin yang berkepanjangan akibat kebijakan yang kurang bijak, KNPI mengajukan langkah solutif: hentikan sementara aktivitas pendataan, lalu duduk bersama untuk menyamakan persepsi dengan seluruh warga Lermatang.
“Kebijakan harus mampu dikelola demi kepentingan rakyat, bukan sebaliknya. Jangan sampai proses yang diharapkan membawa kemajuan justru meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat yang telah berkorban,” pungkasnya.
Apakah Anda ingin saya sesuaikan gaya bahasa, panjang berita, atau menambahkan unsur keterkaitan dengan isu Blok Masela seperti pada berita sebelumnya?






































































Discussion about this post