Ambon, Maluku– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menegaskan pembangunan Proyek Preservasi Jalan SP. Lintas Seram–Wailoping di Kabupaten Maluku Tengah tetap berjalan sesuai jadwal kontrak.
Penegasan ini disampaikan guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
Melalui Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Maluku, Ir. Toce Leuwol pada Jumaat (17/07), menyatakan BPJN memastikan tidak ada penghentian pekerjaan sebagaimana isu yang beredar.
Sebaliknya, proyek yang didanai APBN melalui skema Multi Years Contract (MYC) itu kini telah memasuki tahapan penting berupa pekerjaan pengaspalan Hot Rolled Sheet–Wearing Course (HRS-WC) atau lapis aus aspal.
“Pekerjaan Preservasi Jalan SP. Lintas Seram–Wailoping masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Saat ini progresnya telah memasuki pekerjaan pengaspalan dan kami terus memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis serta target waktu yang telah direncanakan,” ujar Leuwol kepada wartawan.
Proyek sepanjang 4,42 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Kehadiran ruas jalan itu menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, yang bertujuan memperkuat akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku.
Menurut Leuwol, ruas SP. Lintas Seram–Wailoping memiliki nilai strategis karena menjadi jalur utama penghubung kawasan transmigrasi Kobisonta dengan Jalan Lintas Seram.
Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di Provinsi Maluku.
Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur jalan, distribusi hasil pertanian diyakini akan semakin lancar, waktu tempuh menjadi lebih singkat, serta biaya logistik yang selama ini menjadi beban petani dapat ditekan.
“Ruas ini memiliki peran strategis karena menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan sentra produksi pangan. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar dan biaya transportasi dapat ditekan,” jelasnya.
BPJN Maluku juga menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama.
Seluruh proses konstruksi diawasi secara ketat oleh konsultan supervisi bersama tim teknis guna memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.
“Setiap item pekerjaan memiliki tahapan yang harus dipenuhi. Pelaksanaan di lapangan diawasi secara ketat oleh tim pengawas agar mutu pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak dan hasilnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa proyek dengan skema kontrak tahun jamak memiliki tahapan pekerjaan yang berlangsung secara bertahap hingga masa kontrak berakhir.
Karena itu, kondisi visual di lapangan pada waktu tertentu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan mengalami kendala ataupun berhenti.
Dirinya mengajak masyarakat dan media untuk terus mengawal pembangunan secara objektif dengan mengedepankan informasi yang akurat dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
“Kami butuh perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan proyek ini. Dan kondisi faktual di lapangan sampai saat ini pekerjaan masih berlangsung hingga masa kontrak berakhir pada Oktober 2026,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pembangunan yang baik, pihaknya memastikan seluruh pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas hasil pekerjaan.
Dia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Seram.
“Komitmen kami adalah menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai ketentuan kontrak sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Kami juga terbuka terhadap pengawasan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur yang akuntabel dan berkualitas,” pungkas Leuwol.***






































































Discussion about this post