Kembali Gagal! Pernyataan Ketua TIMDU “Negara Sudah Rugi” Picu Amuk Massa Lermatang, Dilarikan dengan Pengawalan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:55 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Protes Panas Warga Lermang

Protes Panas Warga Lermang

TANIMBAR, Trending-Maluku.com, — Upaya kedua dari Tim Terpadu (TIMDU) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Lermatang berakhir dengan kepahitan, Sabtu (25/7/2026). Ketua TIMDU terpaksa dilarikan ke kota dengan pengawalan ketat aparat gabungan setelah pernyataannya di Balai Desa Lermatang memicu kemarahan massal.

Kejadian ini terjadi sehari setelah kunjungan Jumat (24/7/2026) yang juga berakhir gagal karena penolakan warga.

Kali ini, Ketua TIMDU mencoba kembali berdialog, namun justru membuat situasi semakin panas setelah melontarkan pernyataan kontroversial.

“Negara sudah rugi karena tanaman tumbuh masyarakat,” ujar salah satu warga kepada media ini usai Ketua Timdu dilarikan aparat.

Kalimat tersebut menjadi pemicu ledakan kemarahan. Massa yang sudah geram akibat perbedaan perhitungan tanaman tumbuh segera mengamuk dan mendesak Ketua TIMDU. Suasana yang semula diharapkan menjadi ruang dialog berubah menjadi medan konfrontasi.

Baca Juga :  Asri Arman Pimpin Gerakan Langit Biru di HUT ke-25 Demokrat SBB

“Negara rugi? Kami yang rugi! Tanaman kami dikurangi seenaknya, sekarang kalian balik tuduh kami bikin negara rugi?” teriak warga dengan suara lantang.

Massa mengepung Ketua TIMDU dan menuntut pertanggungjawaban atas pernyataan yang dianggap menyudutkan masyarakat. Aparat keamanan yang berjaga langsung bergerak cepat mengamankan Ketua TIMDU dan membawanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat menuju Kota Saumlaki.

Masyarakat Lermatang sebelumnya telah menyuarakan kekecewaan mendalam. Mereka membandingkan pendataan pra-groundbreaking yang berjalan lancar dan membuat masyarakat puas, dengan pendataan saat ini yang dinilai tidak adil.

“Sebelum groundbreaking, TIMDU pertama sangat mengerti masyarakat. Tanpa pengawalan aparat pun aman. Sekarang TIMDU yang kedua malah main kurang ajar. Kamong zeng bikin masyarakat bahagia malah tambah merana,” gerutu tokoh masyarakat setempat.

Pernyataan Ketua TIMDU tentang “negara rugi” dianggap masyarakat sebagai bentuk pembelaan terhadap kepentingan proyek dan pengabaian hak-hak warga.

Mereka menilai tidak ada sosialisasi yang jelas sebelumnya mengenai standar penilaian tanaman, sehingga pengurangan jumlah tanaman dianggap sebagai tindakan sepihak yang merugikan.

“Kami tidak anti proyek, tapi hak kami harus dihargai. Ketua TIMDU jangan coba-coba bikin masyarakat mangamuk. Ini tanah adat kami, ini tanaman warisan kami,” tegas warga saat dikonvirmasi usai peristiwa penolakan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TIMDU maupun pemerintah daerah terkait insiden yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) ini.

Namun, kegagalan sosialisasi dua hari berturut-turut menjadi sinyal kuat bahwa krisis kepercayaan di Desa Lermatang semakin dalam dan membutuhkan langkah nyata untuk menyelesaikan akar permasalahan.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT