Masyarakat Tanimbar Jangan Tenggelam dalam Euforia PSN Blok Masela

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:36 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Slogan Beranda Depan NKRI dan Gerbang Selatan yang disematkan pada Kepulauan Tanimbar pascapenetapan Blok Abadi Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) memang membangkitkan rasa bangga.

Janji Participating Interest (PI) 10 persen, hingga lonjakan ekonomi membuat masyarakat seakan-akan berdiri di pintu gerbang kemakmuran.

Namun, sejarah pembangunan ekstraktif di Indonesia, termasuk yang tergambar getir dalam film dokumenter Pesta Babi di Papua, mengajarkan satu hal penting: Euforia adalah bius terbaik sebelum rasa sakit kehilangan datang.

Masyarakat Tanimbar tak boleh membiarkan dirinya tenggelam dalam gemerlap janji tanpa mengawal prosesnya dengan kritis.

Pisau bedah yang sama yang membedah kasus Papua harus kita gunakan untuk membedah Blok Masela, sebelum proyek ini meninggalkan luka yang sama.

Jangan Ulangi Kesalahan Papua, Tanah Bukan Sekadar Komoditas

Dalam Pesta Babi, masyarakat Muyu kehilangan ruang hidup mereka. Hutan yang merupakan lemari es bagi babi adat mereka dibabat untuk Food Estate. Mereka merasa seperti penonton di tanah mereka sendiri.

Tanimbar proyeknya (onshore). Dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan infrastruktur seringkali memicu gelombang migrasi dan perubahan struktur sosial yang tak kalah menghancurkan.

Jika masyarakat lokal tidak disiapkan secara kapasitas, mereka bisa menjadi tamu di rumah sendiri, tergeser oleh pendatang yang lebih terampil skill dan secara ekonomi.

Pertanyaan kritis, Apakah kita hanya akan menjadi kuli di tanah sendiri, sementara keuntungan besar mengalir ke kantong pemodal asing dan Jakarta?

Waspadai Pembangunan yang Memiskinkan

Ekonom menyebut fenomena Dutch Disease atau penyakit Belanda. Ketika satu sektor (migas) booming, sektor lain bisa runtuh karena inflasi harga dan pergeseran tenaga kerja.

Di Tanimbar, masyarakat adat selama ini hidup dari laut. Ketika proyek Masela beroperasi, zona eksklusif di sekitar pipa dan anjungan akan membatasi akses nelayan tradisional.

Belum lagi kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh gaya hidup pekerja migas yang berdomisili sementara.

Film Pesta Babi mengajarkan kita bahwa pembangunan yang tidak berpihak adalah bentuk kekerasan struktural.

Ketika masyarakat mulai sulit membeli beras karena harganya naik, sementara hasil laut mereka tercemar atau terbatas aksesnya, di mana letak kemakmuran itu?

Kawal Janji PI 10 Persen, Jangan Hanya Simbol

Salah satu daya taruk utama PSN Masela adalah alokasi PI 10 persen untuk BUMD Maluku. Ini terdengar progresif.

Namun, kita harus membedah pengalaman daerah lain di Indonesia (seperti di Blok Rokan atau daerah tambang lain) di mana participating interest seringkali hanya menjadi jatah yang tidak dikelola profesional.

Pendapatan mengendap di kas daerah tanpa membangun industri hilir atau menciptakan lapangan kerja riil bagi masyarakat akar rumput.

Jika PI 10 persen itu hanya menjadi dana siluman yang dinikmati segelintir elite birokrasi dan politisi lokal, maka masyarakat Tanimbar hanya akan menjadi penonton kesakitan seperti Papua dalam kemasan baru.

Baca Juga :  Tambang Masuk Kampus, Upaya Memecah Belah dan Melemahkan Ruang Intelektualitas

Harus ada audit publik yang ketat dan keterlibatan langsung masyarakat dalam mengawal dan mengawasi aliran dana tersebut.

Ruang Kritik Jangan Dibungkam
Pengalaman pahit di Papua juga menunjukkan bahwa setiap suara yang mempertanyakan dampak pembangunan seringkali dikriminalisasi atau dicap menghambat investasi. 

Di Tanimbar, kita sudah melihat pembentukan tim terpadu yang intensif melakukan sosialisasi. Ini baik, tetapi perlu dipastikan bahwa tim tersebut tidak hanya berfungsi sebagai polisi opini yang membungkam warga kritis.

Masyarakat Tanimbar harus berani bertanya:

Di mana dokumen Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang bisa diakses publik?

Apa mekanisme kompensasi untuk nelayan yang kehilangan zona tangkap?

Berapa kuota tenaga kerja lokal yang riil, bukan sekadar janji prioritaskan masyarakat lokal yang tidak terukur?

Jangan Jadi Korban Euforia

Bukan berarti masyarakat Tanimbar harus menolak Masela. Ini proyek energi nasional. Namun, sikap kritis bukanlah sikap kontra-pembangunan.

Sikap kritis adalah sikap yang memastikan bahwa pembangunan benar-benar membangun masyarakat, bukan menghancurkannya.

Pesan dari Pesta Babi untuk Tanimbar sangat jelas: Jangan menunggu sampai hutan adat Anda habis, atau laut Anda tercemar, atau harga pangan meroket, lapangan pekerjaan yang tidak adil, baru anda menyadari bahwa anda tidak diundang ke pesta pembangunan di tanah Anda sendiri.

Jadilah tuan rumah di Tanimbar, bukan sekadar hiasan di beranda depan NKRI. Bangun dari euforia, buka mata, dan kawal setiap tahap proyek ini dengan konstitusi dan akal sehat.

Karena jika tidak, kita hanya akan mengulang drama lama Papua dengan panggung baru di Maluku Kepulauan Tanimbar.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit
Butuh Peta Jalan Pendidikan Berbasis Kepulauan di Maluku

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:42 WIT

Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT