Tiga Bulan Tanpa Gaji: Alarm Serius bagi Pengelolaan Tenaga Kebersihan di Bursel

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bursel, Maluku,- Aksi pembuangan sampah di depan halaman Kantor Bupati Buru Selatan (Bursel), yang dilakukan oleh petugas kebersihan baru-baru ini bukan sekadar peristiwa biasa.

Tumpukan sampah yang sengaja diletakkan di area pusat pemerintahan daerah itu merupakan simbol kekecewaan sekaligus bentuk protes atas keterlambatan pembayaran gaji yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Peristiwa ini tentu menimbulkan kegelisahan publik. Bukan hanya karena terjadi di depan kantor pemerintahan, tetapi juga karena persoalan yang melatarbelakanginya menyangkut hak dasar para pekerja yang setiap hari berjasa menjaga kebersihan kota.

Petugas kebersihan selama ini sering dipandang sebelah mata, padahal merekalah garda terdepan yang memastikan lingkungan tetap bersih dan layak huni. Ketika hak mereka tertunda berbulan-bulan, maka wajar jika muncul aksi protes sebagai bentuk keputusasaan terhadap situasi yang tidak kunjung terselesaikan.

Dalam situasi yang memanas tersebut, sikap Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang tetap tenang dalam merespons persoalan patut dicermati. Ketegasan beliau terhadap pihak vendor yang diduga lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran gaji pekerja menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini.

Namun demikian, peristiwa ini juga harus menjadi bahan evaluasi serius dalam tata kelola kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak ketiga. Penunjukan vendor dalam pengelolaan tenaga kebersihan seharusnya disertai dengan mekanisme pengawasan yang ketat agar hak para pekerja tidak terabaikan.

Jika benar keterlambatan gaji terjadi akibat kelalaian vendor, maka hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan.

Pemerintah daerah tidak boleh hanya bersikap reaktif setelah persoalan mencuat ke publik, tetapi harus memastikan sejak awal bahwa setiap kontrak kerja dengan pihak ketiga dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMAPERA) memandang bahwa peristiwa ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Di balik kebersihan kota yang setiap hari dinikmati masyarakat, ada para pekerja yang mengorbankan tenaga dan waktu mereka.

Baca Juga :  Rutin Soroti Pengawasan Pasar Selama Ramadan, Nita Patut Didukung

Hak-hak mereka tidak boleh dijadikan korban dari lemahnya manajemen atau kelalaian pihak tertentu. Karena itu, penyelesaian masalah ini tidak boleh berhenti pada penanganan jangka pendek.

Pemerintah daerah perlu memastikan adanya sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada pekerja, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Pada akhirnya, menghargai petugas kebersihan bukan hanya soal ucapan terima kasih. Penghargaan yang paling nyata adalah memastikan bahwa hak-hak mereka dibayar tepat waktu dan diperlakukan dengan layak sebagai bagian penting dari roda pelayanan publik.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit
Butuh Peta Jalan Pendidikan Berbasis Kepulauan di Maluku

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:42 WIT

Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT