Ambon, Maluku,- Bulan Ramadan selalu identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pokok. Kondisi ini seringkali memicu kenaikan harga di pasar, bahkan tidak jarang disertai kelangkaan barang tertentu. Oleh karena itu, pengawasan terhadap harga dan distribusi bahan pokok menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan masyarakat tidak terbebani.
Dalam konteks ini, langkah Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, yang meminta agar operasi pasar rutin dilakukan selama bulan Ramadan patut mendapat perhatian dan dukungan. Upaya tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan barang tetap terjaga di pasaran.
Nita Bin Umar, diketahui kerap turun langsung ke pasar untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauannya, sejumlah komoditas penting masih tergolong stabil. Harga bawang merah dan bawang putih misalnya, masih berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Tomat ukuran besar juga relatif stabil, meskipun tomat berukuran kecil mengalami sedikit kenaikan harga.
Meskipun kondisi harga di Kota Ambon saat ini masih terpantau stabil, potensi kenaikan tetap terbuka. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan hingga Idulfitri. Situasi tersebut menuntut pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan stok bahan pokok di pasar.
Kelangkaan stok sering menjadi indikator utama terjadinya kenaikan harga. Ketika pasokan menurun, harga barang cenderung melonjak. Karena itu, memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap tersedia merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga.
Dalam hal ini, operasi pasar menjadi salah satu instrumen penting yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan potensi lonjakan harga. Dengan operasi pasar yang dilakukan secara rutin, masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah yang diambil Nita Bin Umar sebagai wakil rakyat menunjukkan adanya kepedulian langsung terhadap kondisi masyarakat, khususnya di Kota Ambon. Hal ini penting mengingat kebutuhan bahan pokok selama Ramadan biasanya meningkat signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.
Sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change sekaligus social control di tengah masyarakat, sudah sepatutnya kita memberikan dukungan serta apresiasi terhadap langkah-langkah yang berpihak pada kepentingan publik.
Pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok merupakan bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pernyataan dan perhatian yang disampaikan Nita Bin Umar patut diapresiasi. Kesadaran terhadap potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok selama Ramadan menunjukkan kepekaan terhadap persoalan yang kerap menjadi keresahan masyarakat setiap tahunnya.
Ke depan, diharapkan pengawasan pasar tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi juga menjadi agenda rutin pemerintah daerah. Dengan demikian, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman.*






































































Discussion about this post