Komisi IV Dorong Sertifikasi Guru SLB di Maluku

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:39 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku segera mengalokasikan anggaran untuk pelatihan dan sertifikasi guru Sekolah Luar Biasa (SLB), menyusul temuan minimnya tenaga pengajar dengan kompetensi pendidikan luar biasa di sejumlah daerah.

Desakan tersebut disampaikan Noach, usai Komisi IV DPRD Provinsi Maluku melakukan pengawasan terhadap sejumlah SLB di beberapa wilayah di Maluku.

Dari hasil pengawasan itu, Komisi IV menemukan sebagian besar tenaga pengajar di SLB masih berasal dari guru umum, yang ditempatkan di sekolah khusus tanpa memiliki keahlian pendidikan luar biasa, termasuk dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus dan penyandang autisme.

“Mayoritas guru di SLB adalah guru umum yang ditempatkan di sana, dan diharuskan menangani para siswa berkebutuhan khusus,” ujar Noach kepada wartawan di Ambon, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut ditemukan di beberapa daerah, termasuk Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Noach menegaskan, anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme, memerlukan pendampingan intensif dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus.

“Satu anak penyandang autisme itu paling tidak membutuhkan dua guru pendamping. Sementara yang terjadi saat ini, guru umum harus menangani mereka tanpa keahlian khusus,” tegasnya.

Baca Juga :  Uji Publik Rancangan Perda Ambon Smart City, Dorong Tata Kelola - Akses Digital Merata

Karena itu, ia meminta Pemprov Maluku segera menyiapkan anggaran untuk program pelatihan dan sertifikasi guru SLB guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan menjamin hak pendidikan bagi anak penyandang disabilitas.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena kita sedang berbicara tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus,” katanya.

Selain pelatihan dan sertifikasi, Noach juga mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan rekrutmen guru berbasis kompetensi pendidikan luar biasa, serta memperkuat kerja sama dengan lembaga pendidikan khusus untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia di lingkungan SLB.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT