SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai menyiapkan pendekatan baru dalam mengendalikan inflasi daerah, melalui pengembangan konsep SIKENDALI AMBON (Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon).

Inisiatif yang dibahas dalam rapat rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Jumat (30/10/2026) tersebut, diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemerintah dalam mendeteksi potensi gejolak harga, sebelum berdampak terhadap masyarakat.

Konsep ini melibatkan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok, mulai dari distributor, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, Krimsus hingga Pelindo, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan pendekatan yang lebih luas, daripada sekadar memantau pergerakan harga komoditas di pasar.

“Pemerintah perlu mengetahui faktor-faktor yang berpotensi menghambat ketersediaan barang, termasuk kondisi persediaan, kebutuhan masyarakat, kelancaran pengiriman dan perkembangan situasi cuaca,” kata Lekransy kepada wartawan, di Ambon.

Baca Juga :  Sinergi Kolaborasi Par Maluku Pung Bae, Pengurus BPD HIPMI Maluku Siap Dilantik

Menurutnya, karakteristik Ambon sebagai daerah kepulauan membuat stabilitas pasokan sangat dipengaruhi aktivitas distribusi antardaerah.

Gangguan pelayaran, perubahan cuaca maupun keterlambatan pengiriman dapat memicu persoalan ketersediaan barang, yang kemudian berpengaruh terhadap harga di tingkat konsumen.

Melalui SIKENDALI AMBON, berbagai informasi dari instansi dan pelaku usaha akan dihimpun dalam satu kerangka analisis. Informasi tersebut mencakup perkembangan harga, produksi, stok, kebutuhan, pasokan, aktivitas logistik, distribusi hingga jadwal pelayaran.

“Data yang terkumpul tidak langsung digunakan sebagai dasar kebijakan, tetapi terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan pencocokan, untuk memastikan keakuratan informasi. Setiap data juga harus memiliki kejelasan sumber, ukuran, periode pencatatan serta waktu pemutakhiran,” ujar dia.

Lekransy menjelaskan, hasil pengolahan informasi tersebut nantinya menjadi bahan, untuk mengidentifikasi potensi gangguan rantai pasok, memperkirakan risiko kenaikan harga, hingga menyusun rekomendasi langkah penanganan. Dengan demikian, pemerintah dan pihak terkait dapat menentukan bentuk intervensi berdasarkan kondisi yang teridentifikasi.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari distributor, dalam mendukung keberhasilan konsep tersebut.

Namun, kebutuhan data pemerintah tetap dibatasi pada informasi yang berkaitan dengan kepentingan pengendalian inflasi, terutama menyangkut harga, ketersediaan stok dan kelancaran distribusi, tanpa harus memasuki informasi rahasia perusahaan.

“SIKENDALI AMBON merupakan konsep TPID Kota Ambon, untuk mengubah pola pengendalian dari sekadar melihat perubahan harga menjadi membaca risiko di sepanjang rantai pasok. Dengan data yang terintegrasi dan terverifikasi, TPID dapat memperoleh informasi lebih cepat, untuk menentukan langkah yang tepat sesuai kewenangan masing-masing,” sebut Lekransy.

Ia menambahkan, penerapan konsep tersebut tidak dilakukan secara instan. Kesiapan infrastruktur teknologi, kualitas dan ketersediaan data, perlindungan informasi, kemampuan sumber daya manusia, serta komitmen kerja sama antar lembaga menjadi sejumlah aspek yang harus dipersiapkan.

Lekransy berharap, SIKENDALI AMBON dapat berkembang menjadi instrumen pendukung kebijakan TPID, yang mampu mempercepat respons terhadap potensi gangguan pasokan dan gejolak harga.

“Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, pengendalian inflasi di Kota Ambon diharapkan lebih terukur, antisipatif dan berkesinambungan,” harap Lekransy.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum
Korem 151/Binaiya Gelar Jumat Berkah, Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria Ambon

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT