Ambon, Maluku– Sebanyak 54 atlet panjat tebing dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Panjat Tebing Kota Ambon 2026. Ajang yang diselenggarakan Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Ambon ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memperebutkan tiket menuju Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) 2027.
Ketua Panitia Kejurkot Panjat Tebing Kota Ambon 2026, Zulkifli, mengatakan pendaftaran peserta resmi ditutup pada 23 November 2026, setelah dibuka sejak 7 November 2026 hingga pukul 12.00 WIT.
Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas atlet sebelum memasuki rangkaian pertandingan.
“Setelah pendaftaran ditutup, kami akan melakukan verifikasi berkas atlet yang terdaftar untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti kejuaraan,” kata Zulkifli.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 54 atlet yang mendaftar terdiri atas 40 atlet putra dan 14 atlet putri. Mereka akan bersaing dalam nomor lead dan speed yang dipertandingkan pada kategori umum.
Pada nomor lead umum putra tercatat 40 atlet, sedangkan nomor lead umum putri diikuti 14 atlet. Sementara itu, nomor speed umum putra diikuti 23 atlet dan speed umum putri diikuti lima atlet.
Enam klub di bawah naungan FPTI Kota Ambon turut mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan tersebut. TNT Climbing Club menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 12 atlet, disusul Janizzaries Sport Climbing sebanyak 11 atlet, Maluku Climbers dan Lasaputi Sport Climbing masing-masing 10 atlet, Sky Hook Climbing Club delapan atlet, serta Anteg Climbing Sport Club (ACSC) tiga atlet.
Menurut Zulkifli, jumlah peserta pada Kejurkot tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya minat dan partisipasi atlet dalam olahraga panjat tebing di Kota Ambon.
Namun, Kejurkot 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antaratlet dan klub. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan atlet menghadapi POPMAL 2027, sekaligus memperkuat proses pembinaan dan pemetaan potensi atlet yang dapat dikembangkan untuk kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Zulkifli, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian FPTI Kota Ambon, berharap ke depan semakin banyak klub yang berpartisipasi dalam berbagai turnamen dan kejuaraan yang diselenggarakan organisasi tersebut.
Menurut dia, keterlibatan seluruh klub sangat penting untuk memperluas kesempatan bertanding, meningkatkan pengalaman kompetitif atlet, serta mendorong pembinaan yang berkesinambungan.
Partisipasi klub, lanjutnya, juga menjadi motivasi bagi kepengurusan FPTI Kota Ambon untuk memperkuat pembinaan secara berjenjang demi meningkatkan prestasi olahraga panjat tebing di daerah.
Kejurkot Panjat Tebing Kota Ambon 2026 sekaligus menjadi langkah awal program pembinaan kepengurusan FPTI Kota Ambon periode 2026–2030.
“Dari kejuaraan inilah kami akan memulai pembinaan secara serius terhadap atlet-atlet yang ada di Kota Ambon dan sekitarnya,” ujar Zulkifli, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Antepala.
Melalui kejuaraan tersebut, FPTI Kota Ambon diharapkan dapat mengidentifikasi potensi atlet, meningkatkan kualitas persaingan antarklub, serta menyiapkan atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Kota Ambon pada POPMAL 2027.***














Komentar