Sekolah Samasuru Terseret Polemik Tapal Batas SBB-Malteng, Pemprov Maluku Tegaskan Status Administrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 13:39 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menegaskan persoalan satuan pendidikan di wilayah perbatasan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), termasuk dua satuan pendidikan di Negeri Samasuru, berkaitan dengan persoalan batas administrasi dan penataan aset yang telah memiliki dasar hukum.

Kasrul mengatakan, batas administrasi Kabupaten SBB dan Kabupaten Maluku Tengah telah ditetapkan melalui Permendagri Nomor 29 Tahun 2010 tentang Batas Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dengan Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

“Batas administrasi Kabupaten SBB dan Kabupaten Maluku Tengah secara hukum telah ditetapkan melalui Permendagri Nomor 29 Tahun 2010,” kata Kasrul, Selasa (08/09).

Menurut dia, kedua pemerintah kabupaten juga telah sepakat berpedoman dan melaksanakan ketentuan tersebut.

Kesepakatan itu dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Nomor 57/BA/III/X/2022 tanggal 4 Oktober 2022.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemkab SBB dan Pemkab Maluku Tengah sepakat melakukan penyesuaian administrasi, penataan aset, serta menjaga ketertiban, keamanan dan pelayanan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Jadi persoalan yang muncul saat ini bukan persoalan penetapan kembali batas wilayah. Ini lebih kepada dampak administratif dan sosial yang muncul dalam proses penataan satuan pendidikan dan aset berdasarkan batas administrasi yang sudah memiliki dasar hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  Wattimena Akui, GPM Mitra Strategis Pemerintah Bangun Kota Toleran dan Religius

Kasrul juga meluruskan informasi mengenai pemalangan sekolah di Samasuru.

Dia menegaskan Gubernur Maluku tidak pernah mengambil keputusan untuk menutup atau memalang sekolah di wilayah tersebut.

“Gubernur Maluku tidak pernah mengambil keputusan untuk menutup atau memalang sekolah di Samasuru,” tegasnya.

Kasrul menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima Pemprov Maluku, pemalangan dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan karena keberatan atas penggunaan lahan tersebut untuk fasilitas pendidikan.

Padahal, lanjut dia, lahan tersebut sebelumnya telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk kepentingan pemerintahan dan pelayanan publik.

Karena itu, apabila terdapat keberatan mengenai status atau penguasaan lahan, Kasrul meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum dan pemerintahan yang tepat, bukan melalui tindakan yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar.

“Kalau ada keberatan mengenai status atau penguasaan lahan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme hukum dan pemerintahan yang tepat. Jangan sampai proses belajar-mengajar terganggu,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Seram–Wailoping Tetap On Track, Komitmen Tuntaskan Tepat Waktu Demi Dongkrak Ekonomi Rakyat

Di sisi lain, Kasrul menegaskan penyesuaian data dan administrasi satuan pendidikan bukan merupakan keputusan sepihak Gubernur Maluku.

Menurut dia, proses pemutakhiran data satuan pendidikan dilakukan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sesuai kewenangan dan sistem data pendidikan nasional.

Proses tersebut dilakukan setelah melalui pembahasan, kajian, analisis dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

“Jadi penyesuaian data satuan pendidikan bukan keputusan sepihak Gubernur Maluku,” ujarnya.

Menanggapi pemberitaan yang meminta Gubernur Maluku turun tangan mencari solusi, Kasrul memastikan langkah penyelesaian telah dan sedang dilakukan.

Diakui, Pemprov Maluku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB. Sekretaris Daerah Kabupaten SBB juga telah membentuk tim yang direncanakan turun langsung ke lokasi pada Rabu, 9 September 2026.

Tim tersebut akan melihat kondisi faktual di lapangan dan mengambil langkah penyelesaian sesuai kewenangan.

Kasrul menegaskan, persoalan administrasi, batas wilayah maupun aset tidak boleh membuat anak-anak menjadi korban. Kepentingan peserta didik dan keberlanjutan proses belajar-mengajar harus tetap menjadi prioritas.

“Kepentingan peserta didik dan keberlanjutan proses belajar-mengajar harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Karena itu, Kasrul mengajak seluruh pihak tidak memperluas persoalan administratif menjadi konflik antarmasyarakat maupun antarpemerintah daerah.

“Penyelesaian harus dikembalikan pada koridor hukum, kewenangan pemerintahan dan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru