Ambon, Maluku— Kepedulian terhadap lingkungan terus didorong melalui gerakan kolaboratif yang melibatkan generasi muda. Program Studi Agama Budaya dan Pariwisata IAKN Ambon bersama Yayasan Green Moluccas menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sahabat Bumi” di Negeri Lilibooi, Kabupaten Maluku Tengah, pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus aksi nyata untuk menumbuhkan kesadaran pelajar, remaja, dan pemuda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Program Sahabat Bumi berangkat dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan gaya hidup masyarakat. Melalui pendekatan yang inspiratif, peserta diajak memahami bahwa upaya menjaga bumi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dilakukan melalui aksi sederhana yang konsisten.
“Bersama Menjaga, Bersama Merawat” menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi penerima edukasi lingkungan, tetapi juga mengambil peran sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan ekologis di lingkungan masing-masing.
Kegiatan Sahabat Bumi dilaksanakan dalam dua fase utama, yakni aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon yang ditandai dengan pemberian bibit secara simbolis.
Selain kegiatan bersih lingkungan, program tersebut juga memberikan perhatian pada aspek penghijauan sekaligus pemanfaatan tanaman produktif. Pemerintah Negeri Lilibooi sebelumnya meminta agar jenis tanaman yang diberikan berupa pohon buah-buahan yang relatif cepat berbuah sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap permintaan tersebut, dalam kegiatan ini diserahkan lebih dari 100 bibit pohon mangga okulasi serta 50 bibit pohon matoa untuk dikembangkan di lingkungan masyarakat.
Penyerahan bibit tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya menanam dan merawat tanaman produktif di tengah masyarakat.
Program Sahabat Bumi juga menempatkan edukasi lingkungan sebagai fondasi penting. Peserta diajak melihat persoalan lingkungan bukan melalui pendekatan yang menakutkan, melainkan dengan membangun empati, pengetahuan, dan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Bagi penyelenggara, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi membersihkan lingkungan maupun menanam pohon. Sahabat Bumi diarahkan sebagai investasi jangka panjang untuk menumbuhkan nilai kepedulian lingkungan dan kepemimpinan ekologis di kalangan generasi muda.
Kehadiran tanaman buah produktif diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan diharapkan membentuk karakter yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan proaktif dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan di Negeri Lilibooi sekaligus ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis. Dari IAKN Ambon hadir Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial, Dr. J. Keleufna, M.Th., bersama Executive Manager Green Moluccas, Sien Singerin.***














Komentar