Ambon, Maluku– Pelantikan 242 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku pada Rabu (3/9/2025) menuai sorotan tajam di media sosial, khususnya di platform Facebook.
Akun Facebook dengan nama Sitna Pelangi, yang menandai laman Topik Maluku dan Topik Utama, menuliskan status bernada keras yang ditujukan kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Status tersebut diposting pada Jumat (5/9).
Dalam unggahannya, Sitna menyebut keduanya sebagai “dua sosok manusia munafik dari Maluku”. Kritik tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan masyarakat Seram Selatan, khususnya dari Negeri Tamilouw, yang merasa tidak terakomodir dalam komposisi pejabat baru.
Sitna menyoroti bahwa pada Pemilihan Gubernur lalu, pasangan Hendrik Lewerissa–Abdullah Vanath (Lawamena) memperoleh suara signifikan dari wilayah Tamilouw, Seram Selatan.
Dari total daftar pemilih tetap (DPT) 591 ribu, pasangan ini disebut meraih 3.704 suara atau sekitar 63 persen di kawasan tersebut.
Namun, menurut Sitna, suara besar itu tidak berbanding lurus dengan hasil pelantikan, karena tidak ada representasi birokrat dari Seram Selatan dalam formasi yang diumumkan.
“Pak Hendri deng Pak Vanath kamong ping janji par Seram Selatan pung bae mana akang… justru komposisi birokrat pada pelantikan kemarin diisi oleh daerah yang kalah,” tulis Sitna dalam unggahannya.
Respons Warganet
Unggahan itu kemudian memicu diskusi panjang di kolom komentar. Sejumlah akun tampak membela wilayah Tamilouw agar dianggap sebagai bagian representatif dari Seram Selatan.
Akun bernama M Harun menulis, “Orang Tamilouw bukan representasi orang Seram Selatan, tapi representasi orang Seram Beta dari Taniwel. Namun, perjuangan Gandong Tamilouw wajib diakomodir.”
Dalam balasan berikutnya, ia menegaskan bahwa secara administratif Tamilouw memang masuk ke dalam zona Seram Selatan sehingga wajar jika warganya juga menuntut representasi dalam birokrasi.
Sementara itu, akun lain menyoroti aspek janji politik yang dianggap tidak ditepati. Kopi Espass menulis singkat, “Janji politik kok dipercaya?” Sedangkan akun AttractiveTiger5518 mengingatkan, “Jang terlalu makan janji manis, bang, nanti bisa sakit gula.”
Ada pula komentar yang meminta pengkritik tampil terbuka. Akun Moken Rahangiar menyarankan agar penyampaian kritik dilakukan dengan identitas jelas agar bisa dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan figur Rocky Gerung yang dikenal berani berdebat terbuka.
Di sisi lain, akun Oca Ahmad Zeydir mengaku prihatin dengan dinamika tersebut. “Mirisss… jangan coblos tooo begini. Baru batriaaa ada-ada saja,” tulisnya.
Pelantikan 242 Pejabat
Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melantik 242 pejabat di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon. Prosesi pelantikan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Dari total pejabat yang dilantik, 225 menempati jabatan struktural, sementara 17 lainnya menempati jabatan fungsional.
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan pelantikan ini sebagai upaya memperkuat birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menekankan empat hal penting kepada pejabat baru: integritas, kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, serta komitmen pelayanan masyarakat.
Meski demikian, dinamika di media sosial menunjukkan adanya ketidakpuasan sebagian warga, khususnya dari Seram Selatan, yang merasa kontribusi politik mereka belum diimbangi dengan representasi dalam birokrasi.***





































































Discussion about this post