Jejak Kiat dan PT Ikinresi Bersama Disorot, Publik Desak Kejaksaan dan Polda Maluku Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 09:08 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Ironi kembali mencoreng dunia konstruksi di Maluku. Proyek saluran irigasi sepanjang 31 meter di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, yang menelan anggaran fantastis Rp8,7 miliar, ambruk hanya dalam hitungan bulan.

Fakta ini memicu gelombang desakan publik agar Kejaksaan Tinggi dan Polda Maluku segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik curang di balik proyek tersebut.

Pantauan di lokasi memperlihatkan kualitas pekerjaan yang jauh dari standar. Dinding saluran yang seharusnya kokoh dari beton bertulang lebih menyerupai timbunan tanah bercampur kerikil dan semen tipis. Lapisan mudah rapuh, terkelupas, dan tidak menunjukkan ikatan beton yang kuat. Bahkan kawat besi (wiremesh) hanya ditempel di sisi luar tanpa integrasi dengan pengecoran beton.

Padahal, sesuai standar teknis, saluran irigasi permanen wajib menggunakan konstruksi beton bertulang dengan mutu minimal K-225 hingga K-300 agar mampu menahan tekanan air dan pergeseran tanah. Dengan kualitas seperti ini, runtuhnya proyek miliaran rupiah itu dianggap sebagai konsekuensi logis dari metode pengerjaan asal-asalan.

“Kalau kita lihat, itu lebih mirip urugan tanah bercampur kerikil dan sedikit semen. Tidak ada ikatan beton yang layak. Proyek bernilai miliaran tidak boleh dikerjakan seperti proyek murahan begini,” ungkap Rio, praktisi teknik sipil di Ambon.

Dari informasi yang dihimpun, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Ikinresi Bersama, sebuah perusahaan kontraktor yang memenangkan tender dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku. Nama perusahaan ini kini menjadi sorotan tajam setelah hasil pekerjaan di lapangan menunjukkan kualitas yang amburadul.

Lebih jauh, isu mencuat bahwa di balik proyek bermasalah ini terdapat dugaan keterlibatan kontraktor kawakan yang dikenal dengan nama Bos Kiat. Meski masih sebatas dugaan, nama Kiat sering kali disebut dalam proyek-proyek besar di Maluku. Publik menduga ada “permainan di balik layar” yang membuat proyek bernilai jumbo jatuh ke tangan pihak tertentu meski hasil kerja jauh dari harapan.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Tulehu Sosialisasi UU PKDRT, Masyarakat Diajak Perangi Kekerasan dalam Rumah Tangga

Koordinator Jaringan Aspirasi Masyarakat Seram (JAM-SERAM), Taufik Rahman Saleh, mengecam keras proyek yang dikerjakan PT Ikinresi Bersama. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan dugaan adanya praktik kolusi menjadikan proyek ini patut diusut tuntas oleh aparat hukum.

“Kami mendesak Dinas PUPR Provinsi Maluku segera mengevaluasi kontraktor yang mengerjakan proyek ini. Jangan biarkan kontraktor hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas. Kejaksaan dan Polda Maluku juga harus turun tangan. Jangan sampai rakyat terus jadi korban proyek abal-abal seperti ini,” tegas Taufik.

Mirisnya, hingga kini pihak Dinas PUPR Maluku bungkam dan enggan memberikan keterangan resmi meski sudah diupayakan konfirmasi. Diamnya lembaga pemilik pekerjaan ini justru mempertebal kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutupi.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru