Kaya Laut, Miskin Kewenangan – Suara Pedas Gubernur di Forum REL 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 12:43 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta,– Forum Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025 yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025), berlangsung dengan suasana serius.

Sebelas gubernur dari berbagai provinsi hadir, termasuk Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang tampil vokal menyuarakan isu keadilan ekonomi bagi daerah kepulauan.

Dengan mengusung tema besar “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mendukung Program Asta Cita”, forum ini menjadi ruang strategis membahas arah kebijakan pembangunan nasional.

Bagi Lewerissa, kesempatan ini bukan sekadar ajang bertukar pikiran, melainkan panggung untuk menyampaikan realitas getir yang dihadapi Maluku, provinsi dengan 92,6 persen wilayah laut namun berkapasitas fiskal sangat rendah.

“Maluku adalah provinsi dengan kapasitas fiskal rendah. Kami sangat bergantung pada dana transfer pusat. Kalau ada kebijakan TKD yang berubah, daerah seperti kami bisa meriang, demam, bahkan stroke,” ungkapnya, disambut hening penuh arti.

Ia menyoroti terbatasnya kewenangan daerah dalam mengelola sektor unggulan. Dalam perikanan, provinsi hanya diberi hak mengatur kapal maksimal 30 GT, sementara sisanya dikelola pusat.

Akibatnya, peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nyaris tertutup.

“Pendapatan negara bukan pajak dari sektor perikanan seluruhnya ditarik pusat. Jadi bagaimana kami bisa menggenjot PAD? Tangan kami diikat,” tegasnya.

Situasi serupa terjadi di sektor pertambangan, di mana kewenangan provinsi semakin sempit. Padahal, Maluku menyumbang sekitar 30 persen potensi perikanan nasional dari tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Baca Juga :  Kepada KNPI, Bupati SBT: Pemuda Harus Jadi Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

Ironinya, masyarakat tak merasakan manfaat karena praktik transhipment membuat hasil tangkapan tak pernah masuk ke daratan Maluku.

“Pertumbuhan ekonomi eksklusif seperti ini tak memberi manfaat bagi pemilik sumber daya. Yang kami butuhkan adalah pertumbuhan inklusif, yang langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya penuh penekanan.

Lewerissa kemudian mengetuk nurani pemerintah pusat agar meninjau ulang kebijakan yang dinilai menghambat pembangunan daerah.

“Kami ingin membangun ekonomi, tapi di sisi lain kebijakan pusat justru mengamputasi kewenangan daerah. Ini harapan yang tidak realistis,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT