Pemetaan Pembangunan SBB Ditangan Pj Bupati Jais Ely Jauh Lebih Kompleks, yang Kritik Tidak Paham

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 11:48 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Membongkar Narasi: Kinerja Penjabat Bupati Seram Bagian Barat dalam Sorotan

Piru, Maluku– Kinerja Penjabat (Pj) Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Dr. Ahmad Jais Ely, M.Si, telah menjadi topik perdebatan yang menarik di kalangan masyarakat Seram Bagian Barat. Di balik kritik yang berkembang, terdapat narasi pembangunan yang jauh lebih kompleks dan mendalam yang kerap terabaikan.

Aktivis Permanusa, Anjas Hanubun, tampil ke depan untuk memberikan perspektif yang berbeda terkait kinerja penjabat bupati Seram Bagian Barat. Dalam sebuah keterangan resmi, Hanubun dengan tegas membantah tuduhan gagalnya kinerja Jais Ely, sembari menekankan bahwa kritikan yang dilontarkan tanpa memahami kompleksitas pembangunan daerah adalah bentuk ketidakpahaman terhadap tata kelola pemerintahan yang sesungguhnya.

Menurut Hanubun, pembangunan di Seram Bagian Barat membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak bisa dinilai sekadar dari janji-janji instan. Pj. Bupati SBB, Jais Ely dinilai sedang melakukan pemetaan strategis yang jauh lebih substansial dibandingkan sekadar membangun proyek tanpa perencanaan matang. Hal ini terlihat dari beberapa proyek strategis yang tengah dalam tahap pengkajian.

Baca Juga :  Menggerakkan Mesin Daerah di Tengah Terbatasnya Solar Fiskal

Sebagai contoh, proyek jembatan Kaibobu dan perbaikan jalan Piru-Lokki tidak sedang dihentikan, melainkan melewati tahap kajian komprehensif. Tujuannya adalah menghindari pembangunan asal-asalan yang berpotensi menjadi pemborosan anggaran. Begitu pula dengan rencana pemekaran Dusun Katapang, yang tidak dibatalkan melainkan sedang melalui proses administratif yang ketat.

Proyek talud pantai di Dusun Eli Besar pun mengalami hal serupa. Bukan dihapus, melainkan dioptimalkan dengan mempertimbangkan skala prioritas pembangunan daerah. “Ely lebih memilih prosedur hukum yang benar dibandingkan sekadar memenuhi janji instan,” tegas Hanubun.

Menurut Permanusa, upaya Jais Ely dinilai sebagai bentuk kepemimpinan transformatif yang tidak sekadar mencari popularitas. Sejumlah capaian yang kerap terabaikan meliputi perbaikan sistem administrasi pemerintahan, penguatan kapasitas aparatur desa, inisiasi kerja sama lintas kecamatan, serta persiapan matang menghadapi Pilkada serentak 2024.

Baca Juga :  Dilaporkan ada Korban Tenggelam dalam Kecelakaan Speed Boat "Dua Nona" di Perairan Manipa, BPBD SBB Diminta Bergerak

Hanubun menekankan pentingnya kesabaran dan sikap kritis masyarakat. “Masyarakat perlu bersabar dan kritis, bukan sekadar menyalahkan,” ujarnya. Pembangunan, menurutnya, membutuhkan proses, bukan sekadar proyek instan. Kompleksitas geografis Seram Bagian Barat dengan karakteristik kepulauan dan medan sulit mengharuskan pendekatan pembangunan yang komprehensif, bukan sekadar memenuhi target jangka pendek seperti yang dilontarkan aktivis di beberapa media.

Kritikan tanpa dasar, menurut aktivis Permanusa ini, hanya akan mengikis semangat membangun. Jais Ely dinilai telah membuktikan diri sebagai pemimpin transisi yang tidak sekadar menjalankan tugas, namun menghadirkan harapan pembangunan berkelanjutan di kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa tersebut.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus kritis, namun juga memberikan ruang bagi upaya pembangunan yang sedang berlangsung,” pungkas Hanubun, yang sangat concern terhadap dinamika pembangunan di Seram Bagian Barat.

Permanusa mengajak masyarakat untuk lebih memahami kompleksitas pembangunan daerah, tidak sekadar terjebak pada kritik permukaan yang tidak konstruktif. Upaya PJ. Bupati SBB menunjukkan bahwa membangun daerah membutuhkan kesabaran, strategi, dan pendekatan yang komprehensif.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru