Menggerakkan Mesin Daerah di Tengah Terbatasnya Solar Fiskal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 07:53 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

  • Menelisik 100 Hari Gubernur HL dan AV

Ambon, Maluku– Dalam politik pemerintahan, seratus hari pertama adalah interval simbolik. Ia bukan soal angka, tetapi indikator arah. Di Maluku, sebuah provinsi yang kerap dikerdilkan dalam perbincangan pembangunan nasional, 100 hari kerja Gubernur HL dan Wakil Gubernur AV menawarkan napas segar yang belum tentu glamor, tapi jelas terasa.

Kita tahu, Maluku bukan provinsi dengan lumbung fiskal seperti tetangga utaranya. Maluku Utara menari dengan royalti tambang, sementara Maluku menapak di atas tanah kepulauan dengan kendala konektivitas, infrastruktur, dan minimnya penerimaan asli daerah.

Kerja-kerja ini bukan sekadar administratif, tapi bentuk keberanian epistemik: melawan logika Jakarta-sentris yang menganggap daerah sebagai satelit, bukan subjek.

Maka membandingkan Maluku dan Maluku Utara secara apple to apple sama kelirunya dengan menimbang berat kayu dan air. Namun, justru dalam keterbatasan itulah, integritas dan kecakapan diuji.

Mediasi Sosial: Politik Moral yang Bekerja

Gubernur HL dan AV memulai kerja dengan menyentuh yang paling purba: konflik antar-warga. Dalam 100 hari, konflik di wilayah-wilayah rawan seperti Sawai-Masihulan, Tulehu-Tial, dan Negeri Kabau-Kailolo didekati bukan dengan retorika keamanan, tapi dengan kerja-kerja mediasi yang konkret dan senyap. Ini penting.

Di saat pemerintah pusat sibuk dengan menara gading, Pemerintah Provinsi Maluku turun ke lapangan, membuka ruang dialog, bukan menambah jumlah pasukan. Di sini, kita melihat politik moral bekerja: merawat kohesi sosial lebih penting dari sekadar seremonial pembangunan.

Menyelamatkan Bank Maluku-Malut: Strategi Bertahan dalam Jurang Fiskal

Tak banyak yang tahu bahwa Bank Maluku Malut nyaris terdegradasi menjadi BPR akibat tidak memenuhi syarat modal inti sesuai POJK No. 12 Tahun 2020. Pemerintah Provinsi Maluku tidak membuat sensasi, tetapi menjalankan diplomasi fiskal dan korporasi, masuk ke dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank DKI. Modal inti didongkrak ke Rp3 triliun.

Baca Juga :  Kejati Maluku Dalami Dugaan TPPU Di Kasus UP3 KKT, Nama AJ, AT & RJ Masuk Radar Utama

Langkah ini bukan hanya menyelamatkan bank daerah. Ini menyelamatkan wajah Maluku di peta keuangan nasional. Ini adalah keberpihakan terhadap kedaulatan ekonomi daerah.

Bayangkan, jika Bank Daerah rontok, maka provinsi ini akan kehilangan infrastruktur keuangan strategis untuk mendukung koperasi, UMKM, dan pembiayaan pembangunan lokal.

Seperti dikatakan Faisal Basri, “Jangan beri kami lumbung uang, beri kami alat produksi.” Dan Bank Daerah adalah alat produksi itu.

Menancapkan Proyek Strategis Nasional: Bermain di Papan Catur Besar

Masuknya tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) bukan sekadar prestasi lobbying. Ini adalah pertarungan epistemologis dengan kekuasaan pusat.

Ketika Maluku berhasil menyisipkan Pelabuhan Terintegrasi, Bendungan Wayapo, dan Blok Abadi Masela, ini menunjukkan bahwa elite daerah tidak lagi pasif menunggu; mereka mulai mengetuk meja.

Meski proyek ini masih dalam tahap “niat baik negara”, keberadaannya penting. Blok Masela, yang sempat tertidur, kembali dibunyikan. Blok ini harus diawasi agar memberi manfaat bagi daerah, bukan sekadar mengalirkan keuntungan ke luar Maluku.

Pendapatan Daerah dan Pajak: Stimulus dari Pintu Belakang

Kebijakan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor hingga 2024 merupakan strategi fiskal yang kontekstual. Langkah ini bukan hanya menambah PAD, tapi membangun kembali relasi fiskal yang sehat antara negara dan warga.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Korem 151/Binaiya Gelar Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria Ambon

HL dan AV bekerja dari belakang panggung: memaksimalkan yang ada, bukan meratapi yang tiada.

Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat: Membangun dari Akar

Pendirian Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan program makan bergizi gratis adalah langkah pembangunan dari akar. Ini bukan kebijakan populis belaka, tetapi strategi membangun kapasitas rakyat.

Ekonomi kerakyatan bukan jargon. Di Maluku, koperasi dan pendidikan adalah senjata melawan ketimpangan.

Reformasi Birokrasi dan Transformasi IAIN: Dua Sumbu Kedaulatan

Lelang jabatan dan rotasi ASN bukan pembersihan biasa. Ini adalah upaya serius membangun birokrasi berbasis merit. Tidak ada pembangunan tanpa birokrasi yang lincah.

Transformasi IAIN Ambon menjadi UIN A.M. Sangaji bukan sekadar perubahan status. Ini adalah pengakuan terhadap sejarah dan eksistensi intelektual umat Islam di Maluku. Universitas ini diharapkan menjadi lokomotif peradaban, bukan sekadar pencetak ijazah.

Politik Akar, Bukan Politik Gincu

Seratus hari pertama HL dan AV tidak diramaikan dengan gemerlap. Tapi di situlah kekuatannya.

Mereka tidak menjual mimpi—mereka bekerja. Tidak bersembunyi di balik slogan, tetapi membenahi yang rusak. Tidak sekadar tampil di panggung, tapi menyusun fondasi.

Dalam keterbatasan fiskal, mereka tidak menyalahkan siapa pun. Mereka memilih bekerja.

Tentu, masih banyak yang belum selesai. Tapi satu hal penting telah dilakukan: arah sudah ditentukan.

Mereka belum selesai. Tapi mereka sudah memulai. Dan itu patut kita apresiasi—dengan mata waspada dan kritik yang jernih.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT