Wailata Dilanda Bencana Polisi di Minta Bergerak Cepat

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 05:50 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku– Debowae dijadikan sarang perkumpulan mafia tambang gunung botak (GB). Kehadiran mereka tentu membawa dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat petani persawahan

Beberapa tahun terakhir dalam pantauan media ini sejak keberadaan mereka di tambang GB Kecamatan Wailata terus mengalami bencana alam seperti kebanjiran, Selasa,28/1/2024.

Lingkungan setempat dianggap rawan bagi masyarakat petani persawahan Desa Debowae kecamatan Wailata Kabupaten Buru, diakibatkan para mafia ini terus menggurita melakukan aktivitas penghancuran gunung.

Sementara di area pertambangan GB lokasi tanah merah dan kapuran terjadi aktivitas dompeng yang luar biasa adapun masyarakat yang menambang secara manual diaera tersebut juga sering tertimbun tanah akibat longsor situasi ini sudah tentu.

menjadi perhatian khusus dari aparat kepolisian dalam hal ini Polres Buru dan Polda Maluku untuk bergerak cepat demi keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat untuk menangkap dan diproses hukum para pelaku pengrusakan lingkungan di tambang GB diantaranya.

Baca Juga :  Korupsi Dok Wayame Rp18,9 Miliar, Dua Tersangka—Dirut Lolos

Coken, Mas Wawa (jalur ponton 18),Takim (Mako) ,Likun (18), Mariono (17), Hj.Budi (18), Iqbal Bugis (jalur D), Hj. Kembar (jalur B),Hj Laco Bugis (jalur B) dan Sani Pagor Manado (jalur A).

Lokasi yang menjadi pintu masuk wilayah pertambangan tanpa izin (Peti) ini sudah diperkirakan akan menjadi mortir waktu untuk warga sekitar, karna mereka sudah taruma paska gagal panen akibat banjir yang melanda kecamatan wailata dan sekitarnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

1 Komentar

  • Masalah PETI Gunung Botak sudah tidak menjadi rahasia lagi, pelakupun tidak hanya segelintir orang yang disebut dalam berita ini, namun masih banyak pelaku – pelaku lain yang bisa dibilang kelas kakap namun terlepas dari pantauan media ini, dan dampak yang yang ditimbukan bukan saja banjir, namun perusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan, terutama penggunaan B3

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT