Kasus Premanisme Tial: Korban Dijadikan Tersangka, Tim Advokasi Ancam Laporkan Kapolda ke Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 03:21 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Proses penanganan kasus premanisme di Negeri Tial, Kabupaten Maluku Tengah, menuai sorotan tajam. Tim Advokasi Sukiran Lestaluhu secara tegas mendesak pencopotan Kapolda Maluku, hingga Kasat Reskrim atas dugaan ketidakadilan dan intervensi dalam proses hukum.

Premanisme yang menimpa Sukiran Lestaluhu terjadi saat perayaan Idulfitri lalu. Namun, alih-alih menangkap pelaku, polisi justru menetapkan korban sebagai tersangka.

Kejanggalan ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan memperkuat kecurigaan adanya ketidakberpihakan aparat kepolisian.

“Pelaku bukan berasal dari Negeri Tial, melainkan dari negeri tetangga, Tulehu. Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polresta untuk ditindaklanjuti. Sayangnya, sampai hari ini, tidak ada satu pun pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebaliknya, korban justru yang diproses secara hukum,” tegas Lukman Rolobessy, Ketua Tim Advokasi, Selasa (29/04).

Menurut Lukman, pernyataan Kasat Reskrim dan Kapolres yang menyebut bahwa penetapan tersangka bergantung pada “atasan” membuktikan adanya intervensi dalam penanganan perkara.

Ia menilai, jalannya penyidikan sudah keluar dari prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Baca Juga :  Sidang Sinode ke-39, Rektor UIN Ambon: GPM Sumber Inspirasi dan Mitra Pembangunan

“Jawaban seperti itu menunjukkan proses hukum telah dikendalikan oleh kepentingan di luar penyidik. Ini bentuk nyata dari penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

Tim Advokasi berencana melaporkan kasus ini ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Kapolri, DPR RI, hingga Presiden Republik Indonesia.

Mereka mendesak agar Kapolda Maluku segera dicopot karena dinilai gagal menjamin keadilan dan memperlihatkan ketidakprofesionalan aparat di bawah komandonya.

“Kami tidak akan diam. Kami akan bergerak untuk memperjuangkan keadilan bagi korban. Hukum tidak boleh tunduk kepada intervensi,” tegas Lukman.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT